BANTENRAYA.COM – Kebocoran data kerap terjadi ditiga pekan terakhir hinga ramai dibicarakan sampai-sampai dirapat Komisi DPR RI.
Dikutip Bantenraya.com dari sebuah unggahan Twittr Teguh Aprianto sebagai pakar IT, mengatakan bahwa Badan Siber dan Sandi Negara mengakui kebocoran data tersebut disebabkan kekurangan dana untuk mengatasinya, Rabu 13 September 2022.
Hal tersebut diungkapkanya pakar IT secara terang-terangan dengan menunjukan BSSN sudah berani dan tidak malu lagi.
Baca Juga: Bukan orang Polandia, Hacker Bjorka Ternyata dari Indonesia? Ini Dugaannya
“Udah mulai berani tanpa malu-malu ya,” ujarnya Teguh Aprianto
Teguh yang juga seorang Cyber Security Consultant dan Founder of Ethical Hacker Indonesia mengatakan, seharusnya BSSN kerja dulu yang benar baru meminta anggaran dinaikkan.
“Logika yg benar itu kerja yg benar dulu baru minta anggaran dinaikin. Ini udahlah kerjanya ga jelas kok pd banget minta naikin anggaran?” lanjut Teguh Aprianto.
Baca Juga: Klub Sepakbola Duta Yunior Berharap Makin Berprestasi dan Cetak Atlet Bola Profesional
Teguh menyebut, anggaran Kominfo tahun ini yang mencapai 27 triliun dan kerjanya juga sama saja.
“Kominfo itu anggarannya 27 triliun di tahun ini, apakah kualitasnya bagus? Tetap saja sama-asma ampas,” ungkap Teguh.
Bahkan, Teguh menyinggung harga BBM dan kebutuhan pokok yang naik. Semua naik, tetapi kualitas BSSN dan Kominfo tidak.
Baca Juga: Nafsu Nikita Willy Semakin Memuncak Ketika diajak Honeymoon, Tapi Suaminya Bikin Kesal
“Harga BBM sama kebutuhan lain dari dulu konsisten naik. Cuma kualitas BSSN sama Kominfo yang dari dulu ga naik-naik,” sebut Teguh.
Lalu, Teguh menyatakan kesedihannya. Lembaga negara selalu cepat jika berurusan dengan dana, tetapi kerjanya tidak jelas.
“Giliran urusan duit cepetnya bukan main walaupun kerjanya ga jelas entah ngapain. Tapi giliran ditanyain sama publik secepat kilat langsung saling lempar tanggung jawab,” lanjutnya.
Baca Juga: BEM UI Buat Foto Jokowi Berpakaian Petugas SPBU Kritik Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
“Sedihnya negara ini menghabiskan uang yang sangat banyak untuk manusia-manusia seperti ini,” lanjut Teguh Aprianto.
“Jangan coba menggiring kalau berbagai kebocoran data ini sengaja diciptakan biar BSSN & Kominfo bisa minta naikin anggaran” sambungnya.
“Kebocoran data itu benar terjadi karena 2 lembaga ini emang ga ngapa-ngapain. Udah ga ngapa-ngapain skrg anggarannya malah minta dinaikin. Kan sakit.” tegas Teguh Aprianto.***

















