BANTEN RAYA.COM – Memasuki musim penghujan wilayah di Kabupaten Lebak dilanda hujan lebat dalam satu pekan terakhir. Diketahui, tingginya curah hujan mengakibatkan beberapa daerah mulai mendapatkan dampak masalah.
Meluapnya air sungai diberbagai wilayah mengakibatkan banjir yang cukup besar, di antaranya, di Cipendeuy, Malingping mengakibatkan 25 rumah terendam banjir, di Cijahe merendam jembatan Baduy, Cirinten banjir merendam lahan pertanian, sekolah dan akses jalan, juga di Kecamatan Wanasalam.
Salah satu Petugas BPBD, Alfin Dorbin mengatakan, dalam dua hari terakhir hujan lebat yang tak kunjung berhenti menjadi faktor utama meluapnya air sungai.
“Beberapa hari ini hujan deras, banyak dari temen-temen saya yang bertugas di masing-masing kecamatan terus memantau volume air sungai,” kata Alfin kepada Banten Raya, Senin 12 September 2022.
Ia menjelaskan, BPBD Lebak akan selalu siaga di masing-masing kecamatan untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan.
“Kami siap 24 jam, sudah tugas kami. Sesuai arahan pak kepala, kami akan standby menerima panggilan dari masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, di pertengahan September akan ada potensi hujan lebat di seluruh wilayah Banten, termasuk Lebak. Cuaca ekstrem tersebut dimulai dari tanggal 10 hingga 16 September 2022.
Febby mengimbau untuk seluruh wilayah di Lebak yang meliputi 28 kecamatan untuk waspada.
“Bukan akan terjadi ya cuman berpontesi aja. Jadi harus lebih waspada, BMKG juga mengeluarkan informasi terkhiran berbasis dampak. Kalau itu bisa langsung di prediksi. Apalagi yang sering terjadi harus lebih berhati-hati,” jelas Febby.
Baca Juga: Wabup Pastikan Inflasi di Kabupaten Serang Masih Normal di Angka 4,6 Persen
Ia mengatakan, Kabupaten Lebak yang sering disebut sebagai langganan bencana di Banten ini tak pernah absen dari berbagai bencana ketika memasuki musim penghujan.
“Selain banjir dan longsor, saat musim hujan juga ada potensi bencana petir dan angin puting beliung,”katanya.
Masih kata Febby, potensi bencana di Lebak berbeda-beda berdasarkan wilayah.Ia menjelaskan, Potensi longsor ada di kecamatan dengan kontur berbukit seperti Cipanas dan Muncang.Sementara untuk wilayah dengan dataran rendah waspada munculnya banjir dan luapan sungai, seperti Rangkasbitung, Kalanganyar dan Cimarga.
“Meskipun yang berpotensi hanya beberapa Kecamatan di Kabupaten Lebak. Saya harap kecamatan yang lain juga tetap waspada dan bantulah kami mengantisipasi risiko bencana dengan mentaati himbauan kami. BPBD akan selalu sigap siaga bila bencana terjadi, jangan lupa hubungi kami,”tandasnya.
Sekedar informasi, BPBD Lebak hari ini menyalurkan bantuan logistik ke perkampungan warga suku Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Menurut informasi dari BPB, di lokasi tersebut terdapat 9 rumah terendam banjir dan dua rumah rusak akibat tanah longsor pada Minggu, 11 September. (***)



















