BANTENRAYA.COM – Provinsi Banten memiliki cagar budaya yang beraneka ragam. Kawasan Banten Lama adalah salah satunya.
Potensi cagar budaya itu disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan (DPK) Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara.
Menurutnya, Kawasan Banten Lama adalah cagar budaya yang sangat kaya dengan sejarah masa silam.
Baca Juga: Kerahkan Satu Unit Alat Berat, Satpol PP Kabupaten Serang Bongkar Habis Bangunan Pasar Cimol
Lebih dari sepuluh situs cagar budaya peninggalan masa Kesultanan Banten berada di sana.
Usman menjelaskan, di Kawasan Banten Lama terdapat Keraton Surosowan tempat tinggal sang sultan, Keraton Kaibon merupakan kediaman ibunda sultan sekaligus tanda cinta sultan kepada ibunya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, Danau Tasikardi adalah sebuah danau buatan sultan untuk menampung air dari Sungai Cibanten, tiga buah pengindelan yaitu sebuah sistem pengairan pada masanya.
Baca Juga: Rekonstruksi Penembakan Brigadir J: 35 Adegan di Rumah Pribadi Ferdy Sambo
“Kemudian ada Masjid Agung Banten pendukung penyebaran agama Islam, dan Rumah Cina benjol sebagai bukti adanya keragaman di Banten pada masa Kesultanan Banten,” katanya saat membuka kegiatan Pameran Cagar Budaya yang digelar DPK Banten dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kemendikbud.
Usman menilai, sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk bersama-sama melestarikan berbagai cagar budaya yang berharga dari ancaman kepunahan, baik karena proses alamiah maupun ulah manusia.
Kegiatan pelestarian cagar budaya tidak harus selalu dilakukan dengan cara-cara monoton yang membosankan.
Baca Juga: Digelar di 2 Lokasi, Hari Ini Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Brigadir J
Kegiatan pelestarian cagar budaya tentunya perlu diawali dengan kegiatan pengenalan cagar budaya dengan cara yang menyenangkan dan bisa diterima oleh semua kalangan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pameran bersama ini. terlebih temanya snagat menarik yaitu ‘Anak Indonesia Cinta Cagar Budaya’ ini sangat menarik, karena anak-anak merupakan benih harapan bangsa,” katanya.
“Mereka adalah calon pemimpin bangsa Indonesia di masa depan,” ungkap Usman.
Baca Juga: SIMAK! Ada Cerita Kelam Dibalik lagu Kota Mati Milik Band NOAH
Usman menambahkan, kecintaan terhadap cagar budaya akan sangat efektif jika mulai ditanamkan sejak kanak-kanak.
Dalam kesempatan itu, Usman juga berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak di Banten akan mengenal cagar budaya yang dimiliki Provinsi Banten, kemudian mencintai dan kelas jika dewasa bisa ikut berpartisipasi dalam pelestarian cagar budaya milik Provinsi Banten. ***



















