BANTENRAYA.COM – Keberhasilan PT Krakatau Steel bangkit dari keterpurukan mendapat apresiasi dari masyarakat dan juga tokoh-tokoh Banten hingga tokoh nasional.
Mulai dari mahasiswa hingga Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengapresiasi Krakatau Steel.
Hal tersebut tidak lepas dari peran dan keberanian Direktur Utama Krakatau Steel saat ini, Silmy Karim.
Baca Juga: Kak Seto Sambangi Polri, Bahas Perlindungan Anak Ferdy Sambo
Ia menempuh langkah restrukturisasi secara besar-besaran di tubuh perusahaan baja yang pernah dinobatkan sebagai yang terbesar di Asia Tenggara ini.
Meskipun dalam perjalannya, tidak sedikit aral rintang yang menghadang namun hasil manis mulai bisa dirasakan.
Selama lebih kurang 8 tahun lamanya Krakatau Steel mengalami kerugian, baik itu disebabkan ketidakmampuan menghadapi persaingan pasar baja nasional maupun internasional.
Baca Juga: Nasib Irjen Ferdy Sambo di Polri, Ditentukan Kamis Pekan Depan
Kemudian juga disebabkan oleh utang yang menggunung, hingga banyaknya kasus korupsi yang menggerogoti tubuh Krakatau Steel itu sendiri.
Kini, dengan semangat dan slogan Krakatau Steel bangkit lebih kuat dan semakin tangguh, perlahan tren positif perusahaan mulai terlihat.
Sejak dipimpin oleh Silmy Karim yang diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB pada 6 September 2018, Krakatau Steel perlahan tapi pasti, kembali bertransformasi dari perusahaan yang sedang ‘sakit’ menuju perusahaan sehat seperti pada masa kejayaannya.
Baca Juga: Link Streaming dan Trailer Resmi Spy x Family: Arc Doggy Crisis, Seekor Anjing yang Bernama Bond
Didukung doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya Cilegon dan Banten serta upaya konkret yang ditunjukkan melalui kinerja manajemen perusahaan yang semakin membaik, Krakatau Steel telah mencatat keuntungan bersih Rp933 miliar.
Nilai tersebut diketahui dan diungkap Silmy Karim dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku atau RUPST 2021 yang digelar di Jakarta pada Jumat, 8 Juli 2022.
Terlepas dari perubahan positif yang terjadi saat ini, jauh sebelum Krakatau Steel mengalami kerugian atau juga saat dalam masa dan kondisi prihatin, kenyataannya Krakatau Steel selalu berkontribusi dan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kota Cilegon, Banten, dan juga Indonesia.
Baca Juga: Terungkap! Begini isi Chat Terakhir Putri Candrawathi kepada Adik Brigadir J
Sesuai catatan dan data yang dihimpun Bantenraya.com dari rekam jejak hasil peliputan yang dilakukan surat kabar harian umum Banten Raya dan Bantenraya.com sendiri, Krakatau Steel melalui divisi Community Development (Comdev) atau Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta Baitul Maal Krakatau Steel Group (BMKSG) telah melakukan berbagai macam kegiatan sosial kemasyarakatan dan program kepedulian lainnya atau Corporate Social Responsibility (CSR), baik itu berupa bantuan dalam bentuk hibah maupun kemitraan.
Tercatat hingga menjelang hari jadinya ke 52 pada 31 Agustus tahun ini, Krakatau Steel telah melaksanakan berbagai macam program CSR.
Beberapa diantaranya melalui BMKSG berupa kegiatan Muharram Ceria yang diikuti 300 anak yatim seusia SD pada 13 Agustus 2022.
Baca Juga: Step by Step Cara Daftar Ojol Air Asia dan Syaratnya
Kegiatan tersebut, bertujuan untuk memuliakan dan memberi motivasi kepada anak yatim agar memiliki prestasi dan berkarakter muslim.
Kemudian, dalam rangka memperingati Idul Adha 1443 Hijriyah, pada 7 Juli 2022, Krakatau Steel menyerahkan bantuan hewan kurban senilai Rp1,16 miliar untuk dibagikan merata ke seluruh kelurahan yang ada di Kota Cilegon.
Krakatau Steel juga ikut andil dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL BUMN dengan memberikan bantuan di bidang pendidikan berupa 502 setel seragam SD dan SMP untuk pelajar di Kabupaten Lebak dan 3 unit perangkat komputer untuk sekolah di Kabupaten Pandeglang, Banten pada 10 Juni 2022.
Baca Juga: Spoiler One Piece Chapter 1058: Nilai Bounty Terbaru Kru Bajak Laut Topi Jerami
Saat momen Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriyah, Krakatau Steel menggelontorkan Rp2,4 miliar untuk kegiatan keagamaan masyarakat.
Setahun sebelumnya, di momen yang sama pada 3 Mei 2021, Krakatau Steel melalui BMKSG juga menyalurkan zakat fitrah dan zakat maal karyawan Krakatau Steel senilai Rp1,4 miliar kepada 10.000 mustahik yang ada di Kota Cilegon.
Itu terdiri atas anak yatim, dhuafa, jompo, penyandang disabilitas, pesantren tradisional, panti asuhan, dan masyarakat yang terdampak Covid-19.
Selain itu, BMKSG juga menjalin sinergi program pendidikan dengan Rumah Zakat Cabang Cilegon dalam bentuk pemberian program beasiswa kepada 60 orang.
Baca Juga: Link Download Pengabdi Setan 2 Communion, Gratis di Netflix dan Telegram? Cek Tautan Legal Ini
Terkait program kemitraan, Krakatau Steel melalui Comdev, bersinergi dengan Pemerintah Kota Cilegon untuk mengadakan pelatihan pembuatan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) bagi difabel di Pusdiklat Krakatau Steel pada 29 Desember 2021.
Kegiatan tersebut bertujuan memberdayakan masyarakat khususnya difabel agar memiliki peluang dan ruang usaha dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari pasca pandemi Covid-19.
Superintendent Comdev Krakatau Steel Jamal Abdul Nasir mengatakan, Comdev pada dasarnya bertugas menyalurkan dana CSR Krakatau Steel yang dianggarkan dan ditargetkan setiap tahun.
Baca Juga: Wow! Indonesia Jadi Negara Terindah Nomor 1 di Dunia Versi Money.co.uk
Namun, akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak 2020, Krakatau Steel membekukan target tersebut dan belum menyusun kembali target penyaluran dana tahunan untuk masyarakat hingga 2022 ini.
“Sementara ini memang target penyaluran dana Comdev atau PKBL tahunan belum ada,” katanya kepada Bantenraya.com, Senin, 22 Agustus 2022.
“Tapi program bantuan hibah maupun kemitraan tetap berjalan secara berkala sesuai kebutuhan dan momen tertentu. Artinya, Krakatau Steel tetap dan selalu berusaha hadir untuk masyarakat dalam situasi kondisi apapun,”
Baca Juga: Bakal Naik Pekan Depan, Simak Perbandingan Harga BBM Pertamina dengan Shell
Jamal mengungkapkan, dalam rangka hari jadi ke 52 Krakatau Steel, pihaknya sedang menyusun program bantuan bidang pendidikan dan bantuan sosial lainnya.
“Nanti simbolisnya akan dilaksanakan pas acara peringatan ulang tahun Krakatau Steel, lagi kami susun,” ujarnya.
Sebelum pandemi Covid-19 melanda, pada 2019, diketahui, penyaluran CSR berupa dana kemitraan di Comdev masih ditarget senilai Rp22,5 miliar.
Baca Juga: Uang dari Rekening Brigadir J Berpindah ke Rekening Ricky Rizal Secara Misterius
Bahkan Krakatau Steel sempat menghibahkan dana CSR tersebut senilai Rp5 miliar kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk membantu menyalurkannya kepada masyarakat.
Ridwan Syam, Manajer Comdev Krakatau Steel saat itu menjelaskan, keseluruhan dana tersebut harus disalurkan secara individu kepada masyarakat sesuai dengan peraturan menteri BUMN, tidak boleh melalui lembaga mikro dan lainnya kecuali sinergi sesama BUMN.
“Nah untuk mencapai target penyaluran dana kemitraan itu kami menghadapi persoalan dengan kurangnya jumlah personil karena konsekuensi dari perampingan organisasi yang merupakan bagian dari rencana program restrukturisasi yang sedang digalakan Krakatau Steel,” ucapnya.
“Sehingga dengan adanya penyaluran melalui PNM diharapkan bisa menjadi solusi atas kekurangan dan keterbatasan yang ada pada kami,” katanya.
Menilik lebih jauh ke belakang, peran dan kontribusi Krakatau Steel terhadap masyarakat dan lingkungan memang tidak bisa dilupakan begitu saja.
Meski dinyatakan mulai mengalami kerugian sejak 2012, Krakatau Steel tetap bisa memberikan manfaat untuk masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga: Dibanderol Rp 2 Jutaan, OPPO A57 Masih Terlaris di Bulan Agustus
Selain sumbangsih dari anak usaha dan perusahaan patungan, dana CSR yang ada di divisi Comdev, menjadi salah satu sumber penggerak kegiatan dan program yang bisa dijalankan dalam rangka mewujudkan kepedulian di tengah-tengah keprihatinan yang melanda tubuh Krakatau Steel.
Pada 2014 misalnya, Krakatau Steel tetap bisa melaksanakan program bina lingkungan dengan menyalurkan dana hibah sebesar Rp2,41 miliar untuk bidang pendidikan sebesar Rp7,7 juta, bidang sarana prasarana umum sebesar Rp1,8 miliar, bidang sarana ibadah sebesar Rp300 juta, dan sosial kemasyarakatan sebesar Rp295,54 juta.
Dana kemitraan juga tersedia Rp18,63 miliar saat itu yang telah disalurkan kepada 1.010 mitra binaan di Banten dan Jawa Barat.
Baca Juga: Penting Diketahui! Berikut 8 Kesalahan Paling Mahal Dalam Sejarah, Nomor 4 Paling Tidak Disangka
Di tahun yang sama, untuk memotivasi masyarakat, Krakatau Steel menyelenggarakan PKBL Krakatau Steel Award, yaitu pemberian penghargaan untuk orang-orang yang menginspirasi lingkungannya di bidang CSR dan mitra binaan PKBL terbaik yang mampu mengembangkan serta mengelola usahanya dengan sangat baik.
Program-program tersebut akhirnya mengantarkan Krakatau Steel meraih penghargaan Eka Krida Padmamitra dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diterima pada 18 November 2014, yaitu penghargaan yang diberikan kepada perusahaan dengan kategori Program CSR Tepat Sasaran.
Zainal Muttaqien, Manajer divisi PKBL Krakatau Steel era 2008–2011 bercerita kepada Bantenraya.com saat dikunjungi di kediamannya di Lingkungan Pagebangan, Cilegon, Banten pada Jumat, 19 Agustus 2022.
Baca Juga: 2 Mantan Pejabat Dindikbud Banten Divonis 16 Bulan Penjara, Kasus Korupsi Komputer UNBK Rp25 Miliar
Menurutnya, kegiatan CSR Krakatau Steel sudah dilakukan sejak keberadaan Krakatau Steel di Cilegon dalam balutan program Krakatau Steel Peduli.
Beberapa unit usaha yang terlibat saat itu adalah Divisi Comdev atau PKBL, BMKSG, Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel, Serikat Karyawan Krakatau Steel, serta Badan Pembina Olahraga dan Seni Krakatau Steel.
“Kalau kepedulian Krakatau Steel terhadap usaha kecil memang sudah dimulai sejak 1992. Mulanya dengan pembentukan unit bisnis bernama Divisi Pembinaan Industri Kecil atau PIK,” ujarnya.
Baca Juga: Alasan Jennie BLACKPINK Gunakan Jersey MU dalam MV Pink Venom
Divisi tersebutlah yang menangani program kemitraan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kala itu.
Zainal mengungkapkan, sejak 1992 hingga 2010, program kemitraan telah menjaring 8.515 usaha kecil sebagai mitra binaan Krakatau Steel yang memanfaatkan pinjaman dana bergulir dengan jumlah penyaluran mencapai lebih dari Rp94 miliar.
Dana tersebut terserap untuk 6.001 sektor industri, 1.856 sektor perdagangan, 94 sektor pertanian, 167 sektor peternakan, 196 sektor perikanan, dan 201 sektor jasa.
Baca Juga: Harta Kekayaan Rektor Unila Prof Karomani yang Kena OTT KPK, Punya Utang Rp476 Juta
“Ada program kemitraan lainnya dalam bentuk hibah, pelatihan dan pendidikan, studi banding, promosi dan pameran sejak 1992 sampai 2010 yang telah diberikan kepada 4.619 usaha kecil mitra binaan dengan penyaluran mencapai Rp11 miliar. Jadi total yang disalurkan dananya mencapai Rp109 miliar,” paparnya.
Selain menjalankan program kemitraan, lanjut Zainal, ada juga program kepedulian lainnya di bidang pendidikan, kesehatan, sarana umum dan ibadah, serta lingkungan termasuk korban bencana alam.
“Di pendidikan itu ada program pembangunan sarana pendidikan, beasiswa, pelatihan-pelatihan, termasuk program Vocational Training angkatan pertama pada 2009–2010 yang diikuti 132 peserta terdiri dari 114 masyarakat Banten dan 18 pemuda asal luar Pulau Jawa,” tuturnya.
Baca Juga: Usai Otopsi Kini Kondisi Jenazah Brigadir J Sesuai dengan Posisinya
Zainal menjelaskan, khusus untuk vocational training, Krakatau Steel saat itu mengalokasikan dana mencapai Rp 2,3 miliar.
“Dalam proses perekruitan calon peserta vocational training itu kami bekerja sama dengan Disnaker dan Dindik Cilegon untuk rekruitmen lokal, tujuannya menanggulangi masalah pengangguran di Cilegon sekaligus menyosialisasikan program SMK bisa yang artinya lulusan SMK saat itu bisa langsung diterima bekerja di perusahaan,” ucapnya.
Untuk bidang kesehatan, Zainal mengklaim telah banyak yang dilakukan Krakatau Steel untuk memberikan akses kesehatan secara gratis bagi masyarakat Cilegon dan Banten.
Baca Juga: Profil Ivan Rivky Kabira, Pemeran Bang Edy di Preman Pensiun 6 Mantan Ketua Geng Motor XTC
“Ada program pengobatan gratis, pemeriksaan gigi untuk anak sekolah, khitanan massal, donor darah, pemberian makan dan gizi tambahan bagi balita, dan banyak kegiatan kesehatan lainnya,” katanya.
Krakatau Steel juga telah menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan program penanaman pohon untuk penghijauan.
“Kalau untuk bencana alam, sudah pasti Krakatau Steel turun memberi bantuan karena itu memang sudah panggilan kemanusiaan,” ucap pensiunan Krakatau Steel dengan jabatan terakhir General Manager General Affair & Security ini.
Baca Juga: Link Nonton Film Sayap Sayap Patah, Diadaptasi dari Kisah Nyata Peristiwa Kerusuhan di Mako Brimob
Zainal menuturkan, semua program yang dilakukan di masanya berlanjut di masa periode pejabat selanjutnya hingga menjelang restrukturisasi yang dilakukan Direktur Utama Krakatau Steel saat ini.
“Setelah 2011 itu ada Pak Sapei, Bu Peris, Pak Syarif, dan Pak Ridwan sebagai manajer PKBL-nya. Saya pikir semuanya juga sudah bekerja dengan sangat baik sesuai tugas dan fungsinya,” katanya.
“Sehingga mampu membuktikan kontribusi Krakatau Steel kepada masyarakat, tidak hanya di Cilegon dan Banten saja tapi juga di wilayah Indonesia lainnya,” katanya.
Diketahui, kontribusi Krakatau Steel dalam membangun sarana umum dan ibadah cukup besar.
Krakatau Steel diketahui meminjamkan beberapa lahan untuk dimanfaatkan sebagai pusat pelayanan pemerintahan dan instansi lainnya demi mendukung Cilegon sebagai Kota Mandiri, diantaranya untuk kantor Kodim Cilegon, kantor Polres Cilegon, kantor Pemkot Cilegon, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Gedung DPRD Cilegon.
Selain meminjamkan lahan, pada 1995, Krakatau Steel juga membantu membangun 224 unit rumah dinas Polres Cilegon, 2 unit rumah dinas Kodim Cilegon, 2 unit gedung Dalmas 2 tingkat.
Baca Juga: Misi Baru! One Piece 1057, Inilah Wilayah Baru Tujuan Topi Jerami Setelah Negara Wano Berakhir
Selanjutnya, 1 unit gedung Bhayangkara, 1 unit gedung serbaguna, 1 unit gedung olahraga, 1 unit politeknik, 1 unit masjid Polres Cilegon, serta fasilitas jalan, drainase, dan penerangan jalan senilai Rp3,36 miliar.
Selain itu, Krakatau Steel turut membangun fasilitas umum lainnya yaitu pasar wisata Cigading, area joging track, jembatan TekSas di Universitas Indonesia dan bantuan material produk untuk pembangunan di lingkungan masyarakat Banten.
Dalam hal sarana ibadah, Krakatau Steel telah membantu pembangunan ribuan masjid dan musala di Banten termasuk pembangunan Masjid Agung Nurul Ikhlas yang diresmikan pada 27 Maret 2009.
Khusus masjid agung, Krakatau Steel memberikan bantuan dana dan produk baja senilai Rp2,7 miliar. *** (Danang Sugiarto)



















