BANTENRAYA.COM – Komunitas reptil Kabupaten Lebak melakukan edukasi pentingnya menjaga satwa, di GOR Pasir Ona, Kecamatan Rangkasbitung,Lebak, Selasa 9 Agustus 2022.
Saat melakuka edukasi, komunitas ini membawa beberapa ekor ular yang biasa dipelihara manusia.
Arif Sholeh, Ketua Komunitas Reptil menyatakan, komunitasnya sudah ada sejak tahun 2018 namun sempat terhenti karena pandemi melanda Indonesia. Seiring dengan pandemi yang melandari, komunitas kembali aktif pada tahun 2022 dengan beranggotakan 10 orang.
“Tujuan dari dibentuknya komunitas ini agar masyarakat khususnya di Lebak sadar pentingnya menjaga satwa, karena satwa adalah bagian dari alam yang harus dijaga dan dilestarikan agar terciptanya tatanan dunia yang seimbang,” katanya.
Baca Juga: Mengenal Pasal 340 KUHP yang Menjerat Irjen Ferdy Sambo, Dalang Pembunuhan Brigadir J
Ditanya asal reptil yang dimiliki komunitasnya, Soleh menyatakan reptil didapat dengan membeli di media social. Ada aneka reptile yang dimilikinya yakni ular yang tidak berbisa, kura-kura Brazil, Iguana, laba-laba gurun, buaya asli muara.
“Kami mengadakan dukasi ini karena sering sekali melihat warga yang merasa terganggu oleh ular, ular itu malah dibunuh, padahal binatang juga makhluk tuhan. Jadi ketika ada ular tolong jangan dibunuh nanti hubungi kami untuk membantu menangkap,” kata Arif.
Soal harga reptile, Arif menuturkan bahwa harga satu ular berkisar RP 1 juta sampai Rp 2 juta, harga buaya berkisar Rp 300 ribu sampai Rp 750, Iiguana Rp 800 ribu, laba-laba gurun Rp 600 ribu, kura-kura Brazil Rp 100 ribu.
Baca Juga: Edarkan Narkoba, Warga Malingping Diborgol Polisi
“Mau semahal apapun itu, namanya juga hobi, pasti akan saya beli, daripada dibunuh karena dianggap ancaman mending saya beli kan,” kata Arif seraya menyatakan reptilnya dipelihara dengan baik.
Roni selaku pengunjung GOR Ona yang ingin merasakan sensasi ketika memegang reptil mengungkapkan, komunitas pencinta reptile sangat penting guna terpeliharanya para satwa yang terancam dibunuh oleh manusia.
“Tadi saya mencoba untuk memegang reptil eh ternyata reptilnya baik tidak ada niat untuk menyerang sama sekali, agak geli juga, perasaan agak takut, tapi yah saya beranikan diri saja,” kata Roni. (mg.sahrul)***



















