BANTENRAYA.COM – Saat Indonesia dalam posisi bonus demografi. Generasi muda sebagai generasi penerus, harus memiliki kompetensi untuk membawa Indonesia maju.
Dorongan pemuda jadi generasi penerus disampaikan Pj Gubernur Banten Al Muktabar saat menghadiri Kongres IV Ikatan Pelajar Mathla’ul Anwar (IPMA) dan Pelantikan DPP, DPW, dan DPD Gemawati Mathla’ul Anwar.
Menurutnya, sebagai generasi penerus bangsa, pemuda harus berperan untuk menyiapkan generasi yang akan meneruskan perjuangan terdahulu.
Baca Juga: Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris dari Organisasi Jamaah Islamiyah Wilayah Aceh
“Kita perlu memberi nilai dan menempatkan diri kita pada dunia global tanpa batas,” katanya.
Dikatakan Al, sapaan akrabnya, dalam peradaban global tanpa batas seperti saat ini, umat manusia disambungkan oleh teknologi.
Melalui teknologi pula manusia bicara dan menatap kehidupan ke depan.
Baca Juga: Jadwal Tayang dan Link Nonton Series The Sexy Doctor is Mine Episode 4 Full Bukan LK21 atau Telegram
“Indonesia sedang berada dalam posisi bonus demografi yang harus dimanfaatkan untuk Indonesia maju. Generasi muda harus memiliki tiga kompetensi untuk membawa Indonesia maju,” ungkapnya.
Menurutnya, tiga kompetensi yang harus dimiliki generasi muda itu adalah kemampuan kuantitatif atau matematik secara filosofis.
Kemudian kemampuan komunikasi atau berbahasa minimal dua bahasa internasional, serta kemampuan spiritualitas.
Baca Juga: Enam Negara yang Merdeka di bulan Agustus Selain Indonesia
“Memiliki spiritualitas untuk memiliki ketenangan hati dalam arti kebahagiaan. Karena kebahagiaan tidak selalu tertambat pada unsur-unsur materiil,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Al Muktabar juga pesankan kepada generasi muda untuk memiliki jiwa wirausaha.
Berusaha menjadi pemilik dan pencipta lapangan kerja. Cita-cita sebagai pekerja atau pegawai sebaiknya bukan menjadi cita-cita utama.
Baca Juga: Intip Sinopsis Pengabdi Setan 2 Communion, Lebih Seram dari Film Pertama, Bikin Bulu Kuduk Berdiri!
“Generasi muda juga jangan malu untuk bercita-cita menjadi petani. Dengan jiwa wirausaha peluang untuk maju terbuka luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief mengaku, mempersiapkan para kader yang dilakukan secara terus menerus, agar terjadi kesinambungan dalam organisasi.
“Jaga baik persatuan, kita negara kesepakatan. Saat ini banyak yang mengadu domba dengan sesama penganut maupun dengan penganut agama lain,” pesannya. ***


















