BANTENRAYA.COM – Dapur Jawara merupakan usaha rumahan menjual produk dari olahan ikan.
Produk olahan ikan Dapur Jawara dijamin tanpa bahan pengawet.
Pemilik usaha Dapur Jawara Retni Marliani mengatakan bukan hanya tanpa pengawet, produk olahannya juga memiliki komposisi ikan yang lebih banyak dari produk pesaingnya.
Baca Juga: Cepat Daftar, Pendaftaran Pra Kerja Gelombang 38 Telah Dibuka
Saat ini penjualannya masih dilakukan secara online yakni melalui media sosial Instagram dengan akun @dapurjawara_anekaolahanikan.
“Tanpa bahan pengawet, homemade, perbandingan komposisi ikan lebih terasa ikannya,” katanya saat dihubungi, Minggu (24/7).
Menurut Retni, usaha ini dipilihnya karena sejalan dengan bidang keilmuan yang pernah ditempuhnya.
Baca Juga: Lirik Lagu Kau dan Aku dari Riana, jadi Soundtrack Film Bukan Cinderella yang di Perankan oleh Fuji
Sebelumnya ia merupakan mahasiswi lulusan Ilmu Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tahun 2013.
Selain itu, Retni memiliki beberapa pengalaman serta pelatihan.
Pada tahun 2014 hingga 2019, ia bekerja di Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Biotenologi Kelautan dan Perikanan Jakarta, sebagai Laboran di Lab Pengolahan Produk.
Baca Juga: 8 Alternatif Platform Penyimpan Terbaik Selain Google Drive Terbaru 2022
Setelah memulai usaha, Retni juga mengikuti pelatihan diantaranya pelatihan Pra Kewirausahaan KKP tahun 2021 yang digagas Ditjen PDSKP Kementerian Kelautan Perikanan.
“Pertengahan Mei 2020 tradisional food awalnya. Oktober 2020 memulai usaha olahan ikan sekaligus bulan keluar ijin usaha,” lanjutnya.
Produk olahan yang dijualnya antara lain otak-otak, pempek, cireng, dimsum, bakso dan aneka sambal.
Baca Juga: Link Nonton Classroom of the Elite Season 2 Episode 4 Sub Indo, Ryuuen Berniat Jahat pada Ayanokouji
Sementara harganya bervariasi mulai dari Rp 23.000 hingga Rp 28.000 per porsi.
Dalam sebulan Retni meraup omzet hingga Rp 5 juta dengan keuntungan bersih sebesar Rp 1 juta.
Lokasi usahanya saat ini berada di Asrama militer Yonif 320/badak putih, Cadasari, Pandeglang.
Baca Juga: Link Pendaftaran Prakerja Gelombang 38 dan Cek Persyaratannya Disini
Namun, penjualannya telah merambah keluar daerah yakni Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Aceh dengan pengiriman melalui JNT dan JNE.
Sedangkan untuk COD bisa menggunakan Gosend.
Tak hanya itu, Retni mengaku masih terkendala beberapa faktor seperti bahan baku ikan yang terkadang kosong akibat cuaca buruk ditambah pengiriman apabila terkendala di kurir yang mengakibatkan produk basi hingga menghilangkan kepercayaan pelanggan.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung MotoGP Silverstone di Trans7 dan Hasil Race to Champions
Meski begitu, ia terus semangat dalam menjalankan bisnis meski kendala terkadang menjadi penghambat.
“Mental yang kuat untuk tetap semangat dalam menjalankan bisnis meski kadang kendala diatas menghadang,” jelasnya.
Kedepan, Retni berharap usaha semakin maju dan menjadi usaha yang memiliki rumah produksi sendiri. ***
mg-nurfaizah



















