BANTENRAYA.COM – Puasa awal tahun Hijriyah atau Muharram menjadi anjuran Rasulullah SAW.
Puasa Muharram juga merupakan puasa yang dianjurkan setelah puasa wajib saat Ramadhan.
Untuk itu, umat islam dianjurkan melakukannya selama 12 hari di bulan Muharram.
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Hari Anak Nasional 2022, Bagikan di WhatsApp, Intstagram, dan Facebook Sekarang Juga!
Dimana selain 10 hari didalamnya juga ada puasa Tasu’a dan Asyura yang memiliki pahala sangat besar yaitu 30 hari puasa dan membedakan dari umat Islam dan Yahudi
Dikutip BantenRaya.Com dari islam.nu.or.id pada Rabu 20 Juli 2022, Rasulullah bersabda jika Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu Muharram.
“Rasulullah SAW berkata, ‘Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Sementara sholat paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.” (HR Muslim)
Baca Juga: 11 Link Twibbon Hari Anak Nasional 2022, Desain Ceria dan Menyenangkan
Menurut Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (syarah sunan Tirmidzi) menyebutkan jika puasa Muharram ada tiga bentuk, pertama puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya.
Kedua puasa di hari kesembilan dan kesepuluh, terakhir ketiga puasa di hari kesepuluh saja.
Dimana keutamaanya sendiri adalah sama dengan mengerjakan 30 hari puasa dan membedakan sebagai umat Islam dengan Yahudi.
Baca Juga: Sejarah Tahun Baru Islam, Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah
Adapun tata cara dan lafaz niat puasa sebagai berikut:
Niat puasa Muharram, baik secara umum maupun khusus puasa 10 hari awal Muharram, puasa Tasu’a, puasa Asyura, dan puasa 11 Muharram—sebagaimana puasa sunnah lainnya—dapat dilakukan dengan niat puasa mutlak, seperti:
“Saya niat puasa,” atau dengan cara yang lebih baik sebagaimana berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’âlâ.”
Niat puasa Tasu’a secara lengkap:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’âlâ.”
Niat puasa Asyura secara lengkap:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya, “Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’âlâ.”
Selain niat di dalam hati juga disunnahkan mengucapkannya dengan lisan.
Sebagaimana puasa sunnah lainnya, niat puasa Muharram dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang sebelum masuk waktu zawâl (saat matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau sejak masuk waktu subuh. (Al-Malibari, Fathul Mu’în, juz II, h. 223). ***



















