BANTENRAYA.COM – Berikut adalah cara mengatasi darah tinggi secara alami dan mendeteksi penyebab dan menguranginya.
Penyakit darah tinggi disebabkan oleh tekanan darah yang ditentukan oleh jumlah darah yang dipompa jantung dan jumlah resistensi terhadap aliran darah di arter.
Semakin banyak darah yang dipompa jantung dan semakin sempit arteri, maka semakin tinggi tekanan darah Anda atau yang sering disebut sebagai darah tinggi.
Baca Juga: Link Nonton My Chilling Roommate Sub Indo Bukan LK21 atau Telegram Lengkap dengan Sinopsis
Ketika mengukur tekanan darah Anda akan menemukan angka seperti: 120/80 atau bisa kurang atau lebih.
Dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber, ketika mengukur darah dengan jantung yang berdetak kemudian termometer bergerak di atas sering dikenal sebagai sistolik.
Lalu kebalikannya, jika termometer tersebut bergerak di bawah disebut diastolic.
Baca Juga: Link Baca Manga Tokyo Revengers Chapter 262 Sub Indo Beserta Spoiler dan Jadwal Rilis
Patut kita ketahuilah berapa tekanan darah yang normal hingga tidak normal sebagai berikut.
• Normal: tekanan darah di bawah 120/80 mmHg.
• Tekanan darah tinggi stadium 1: tekanan sistolik berkisar 140–159 mmHg, atau tekanan diastolik berkisar 90–99 mm Hg.
• Tekanan darah tinggi stadium 2: tekanan sistolik > 160 mmHg, atau tekanan diastolik berkisar > dari 100 mm Hg. Krisis hipertensi: tekanan darah Anda tiba-tiba melebihi 180/120 mmHg,segera temui dokter.
Tekanan darah tinggi atau hipetensi terjadi ketika kekuatan darah mendorong melalui pembuluh darah Anda terlalu tinggi secara konsisten.
Hipertensi adalah kondisi yang berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke tubuh.
Hipertensi juga disebut sebagai silent killer, karena banyak orang tidak merasakan atau mengalami gejala ketika memiliki kondisi ini.
Baca Juga: Jemaah Haji Kota Serang Laksanakan Tahapan Akhir Haji, Seminggu Lagi Pulang
Mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun untuk membuat kondisinya mencapai ke tingkat yang cukup parah sehingga gejalanya menjadi jelas.
Menurut American Heart Association, bertentangan dengan pemikiran populer, hipertensi berat biasanya tidak menyebabkan mimisan atau sakit kepala kecuali ketika seseorang berada dalam hipertensi krisis.
Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda menderita hipertensi adalah dengan membaca tekanan darah secara teratur.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Link Eat Love Kill Episode 14 Sub Indo, Bukan di LK21 dan Telegram
Sebagian besar dokter akan melakukan pembacaan tekanan darah di setiap janji temu.
Cara Mengobati
Penyesuaian gaya hidup adalah pengobatan terdepan untuk hipertensi. Melansir dari Medical News Today, berikut beberapa rekomendasi gaya hidup yang bisa Anda jalani:
Direkomendasikan untuk semua orang, termasuk mereka yang menderita hipertensi.
Melakukan setidaknya 150 menit latihan aerobik intensitas sedang setiap minggu, atau latihan intensitas tinggi 75 menit per minggu.
Baca Juga: Inilah Jawaban Teka Teki MPLS: Dari Minuman Sopan, Puding Goreng, Wafer Terkenal Hingga Istilah Lain
Bersamaan dengan 150 menit latihan, kebanyakan orang dewasa akan mendapat manfaat dari latihan kekuatan setidaknya dua kali seminggu.
Lakukan olahraga setidaknya 5 hari setiap minggu. Contoh kegiatan yang cocok untuk dilakukan adalah:
• berjalan
• joging
• bersepeda
• renang
Baca Juga: Pesawat Tempur Jatuh di Blora, TNI AU Sampaikan Ucapan Duka
– Mengurangi stres
Menghindari atau belajar mengelola stres dapat membantu seseorang mengontrol tekanan darah. Beberapa teknik relaksasi yang dapat membantu meredakan stres adalah:
• meditasi
• mandi air hangat
• yoga
• pergi jalan-jalan
Baca Juga: 20 Contoh Moto Hidup yang Banyak Dicari saat Kegiatan MPLS
Orang harus menghindari konsumsi alkohol dan obat-obatan rekreasional untuk mengatasi stres, karena ini dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan komplikasi hipertensi.
Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah. Berhenti merokok akan mengurangi risiko hipertensi, kondisi jantung yang serius, dan masalah kesehatan lainnya.
– Mengurangi asupan garam
The American Heart Association merekomendasikan agar orang tanpa hipertensi mengonsumsi kurang dari 2.300 miligram (mg) sodium per hari.
Baca Juga: 5 Mantan Petinggi PT KS Tersangka Korupsi, Rugikan Negara Rp6,9 triliun
Takaran itu ini kira-kira sama dengan satu sendok teh.
Sedangkan orang dengan hipertensi harus mengonsumsi kurang dari 1.500 mg sodium per hari untuk mengelola kondisi mereka.
– Makan lebih banyak buah dan sayuran serta kurangi lemak
Orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau orang yang berisiko tinggi terkena tekanan darah tinggi harus mengurangi asupan lemak jenuh demi bentuk tak jenuh.
Baca Juga: Alasan Roy Citayam Tolak Beasiswa: Pengen Bantu Orang Tua Lewat Ketenaran
Para ahli menyarankan agar mereka yang memiliki tekanan darah tinggi lebih memprioritaskan makanan yang menyehatkan jantung. ***



















