BANTENRAYA.COM – Nasi Goreng Babat Kota Baja yang terletak di Jalan PCI Kedaleman Cibeber Kota Cilegon menyajikan makanan dengan citarasa yang khas karena menggunakan bumbu yang diracik khusus.
Pemilik usaha Nasi Goreng Babat Kota Baja Sri Suryati mengatakan meski diakui bahwa harganya mahal, namun ia menjamin kualitasnya premium baik dari beras hingga bumbu yang digunakan.
“Kita dari bumbu ya karena harga kita memang berbeda istilahnya lebih mahal karena kita memang menggunakan bumbunya yang kualitas premium dadi berasnya kita pakai sepiring nasi. Lebih ke chinese food kita bumbu racik sendiri,” ujarnya saat ditemui, Senin 18 Juli 2022.
Sri bercerita usahanya tersebut dirintis sejak tahun 2019 yang termotivasi dari kegemaran suaminya terhadap nasi goreng terutama nasi goreng babat. Menurutnya, nasi goreng babat menjadi makanan kekinian asal Kota Semarang.
Dari hal itulah, Sri bersama suami memutuskan membangun usaha nasi goreng babat yang pertama di Kota Cilegon.
“Kita mulai dr tahun 2019 sebelum pandemi pertama kali buka di Jombang kali. Motivasinya ya karena suami suka makan nasi goreng terutama nasi goreng babat karena kita dari Semarang dan di Semarang nasi goreng babat itu salah satu nasi goreng yang hits khas Semarang, jadi kita bawa kesini,” katanya.
Modal awal usahanya saat itu dikisaran Rp 15 juta. Sementara, pendapatan kotor dalam sehari kini mencapai Rp 2 juta.
Menu yang dijualnya tidak hanya nasi goreng babat, tetapi terdapat juga nasi goreng ayam, nasi goreng telur, nasi goreng kambing, nasi goreng cakalang dan lain-lain. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 23.000 hingga Rp 30.000 per porsi.
Selain itu, jam operasionalnya sejak pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB. Usahanya kini juga telah merambah ke pemasaran digital yakni melalui GoFood dan GrabFood.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Truk Pertamina dengan Puluhan Motor di Cibubur, 8 Orang Dikabarkan Tewas
“Kita ikut Goofood dan GrabFood karena penjualan kita juga ngandelin banget dari situ,” lanjutnya.
Sri berkomitmen untuk tetap menjaga citarasa dengan tidak mengurangi takaran pada bumbu meskipun saat ini dihantam kenaikan harga bahan pokok. Sri juga bersyukur daya beli konsumen terhadap nasi goreng babat miliknya tidak menurun meski harga bahan pokok melambung.
Sesuai namanya dari kata Kota Baja, ia berharap usahanya terus bertahan dan semakin kuat.
Saat ini, Nasi Goreng Babat Kota Baja telah membuka cabang kedua yang berlokasi di Taman Jajan Puri Cilegon Kecamatan Grogol.
“Seperti namanya bisa semakin kuat lancar harga bahan baku turun juga. Kenaikan harga bahan baku ini yang paling lama. Dulu dua bulan, ini udah lebih. Daya beli konsumen ngga menurun tapi imbasnya ke keuntungan kita,” tambahnya. (mg-faizah)



















