BANTENRAYA.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau rumah warganya yang ambruk di Desa Pulo, Kecamatan Ciruas dan menengok korban di Rumah Sakir Hermina Ciruas, Sabtu 7 Maret 2026.
Kunjungan Bupati Serang tersebut untuk memastikan korban mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah dan mendapatkan perawatan medis dengan serius.
Sebagaimana diketahui, 2 warga menjadi korban dalam peristiwa rumah ambruk itu yakni korban meninggal dunia atas nama Umayyah yang merupakan pemilik rumah.
BACA JUGA: Bacaan Doa Sebelum Mudik Lebaran 2026, Yuk Tundukan Kepala 1 Menit Demi Keberkahan di Perjalanan
Ia tewas usai tertimbun reruntuhan rumahnya selama tiga jam, sementara 1 korban lagi Ukhtira yang merupakan putra Umayyah dan mengalami luka memar.
Zakiyah mengatakan, kejadian itu terjadi pada Jumat 6 Maret 2026 sekitar pukul 24.00 WIB yang membuat pemilik rumah meninggal dunia dan putranya yang mengalami luka lebam kerena terkena reruntuhan.
“Karena pemilik dan putranya ketiban reruntuhan maka kami ke sini tadi dalam rangka itu menengok putra beliau yang sekarang sedang dirawat. Tapi alhamdulillah kondisi putra beliau dalam keadaan baik,” ujarnya, Sabtu 7 Maret 2026.
BACA JUGA: Pebulutangkis Muda Indonesia Tembus Semi Final All England 2026, Dijuluki Tititan The Minions
Ia menjelaskan, anak dari pemilik rumah mengalami luka memar dan sedang dilakukan perawatan oleh tim medis yang dibiayai melalui program BPJS.
“Jadi semoga putranya dari Ibu Almarhum Umayah segera dibeeri kesembuhan, segera pulih kembali. Biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS,” katanya.
Zakiyah menuturkan, saat ini rumahnya mengalami kerusakan dan akan menjadi prioritas pembangunan oleh Pemerintah Kabupeten Serang.
“Secara kasat mata rumah tersebut itu dari luar terlihat bagus, ternyata struktur bangunannya masuk ke dalam bangunan lapuk yang menyebabkan robohnya rumah tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Ciruas Yuli Saputra mengatakan, kayu yang menjadi penopang rumah tersebut mengalami pelapukan karena termakan usia.
“Kayu yang memang sudah puluhan tahun itu mengalami pelapukan, kemudian terkena hujan deras dan gentingnya bocor. Bata merahnya rapuh dan ambrol,” ujarnya.















