BANTENRAYA.COM – Ini adalah kisah inspiratif tentang Pak Tino dan istri.Setiap hari, Pak Tino dan istri mancing ikan gabus.
Hebatnya, hasil pancingan Pak Tino dan istri tidak dimakan sendiri melainkan lebih banyak dibagikan gratis kepada siapa saja.
Mereka yang meminta ikan gabus biasanya adalah yang sudah melakukan operasi dan butuh ikan gabung untuk pemulihan pasca operasi.
Kisah inspiratif Pak Tino dan istri ini diungkapkan oleh akun @Nasikin_MA dikutip Bantenraya.com, Minggu, 17 Juli 222.
“Sepasang suami istri ini tinggal di pesisir pantai kota Pekalongan. Tiap hari memancing ikan gabus, dan hasilnya diberikan secara gratis kepada orang lain yang sedang sakit khususnya yang selesai menjalani operasi ” kata @Nasikin_MA mengawali kisah.
Baca Juga: Sandiaga Uno dan Helldy Agustian Dikerjai Emak-emak, Disuruh Lakukan Ini
Berapa pun ikan yang dihasilkan, selalu diberikan kepada orang lain yang membutuhkan, khususnya yang selesai menjalani operasi bedah.
“Itulah yang dilakukan oleh pak Tino & istri,” ujarnya.
Pak Tino ini mempunyai motto Aku sedulurmu.
Dia menggambarkan bahwa Pak Tino adalah orang yang selalu ceria, mudah bergaul, dan baik hati.
Saat pak Tino mencari ikan maka dia bisa sampai blusukan menembus rawa-rawa.
Ikan gabus yang dia berikan selalu segar, karena tiap hari mancing dan tiap hari juga diberikan ke orang yang membutuhkan untuk pemulihan dari sakit.
Baca Juga: Ini Alasan Kominfo Ancam Blokir WhatsApp, Instagram Hingga Google
Jika dapat banyak dan masih ada sisa dari yang diberikan ke orang lain, maka beliau memberitahu kepada teman-teman bahwa masih ada ikan dan mempersilakan untuk mengambil.
Kini sang istri Pak Tino sedang sakit dan dirawat di RSU Pekalongan. Saat istrinya sakit, pak Tino yang menjaganya.
Meski demikian, pak Tino meluangkan waktu untuk minta maaf kepada tetangga dan siapa pun yang mengenalnya karena selama istrinya sakit dia tidak bisa pergi memancing.
Pak Tino sesungguhnya tidak memiliki dosa apa pun dan tidak perlu meminta maaf.
Tetapi, itulah salah satu ciri orang baik.
“Beliau meminta maaf, karena tiap hari ada saja orang yang datang ke rumahnya untuk minta ikan gabus hasil memancingnya,” katanya.
Baca Juga: Download Twibbon Hari Keadilan Internasional 17 Juli 2022, Desain Neraca Keadilan
Walau istrinya sedang sakit, beliau malah yang meminta maaf ke orang-orang lainnya karena tidak bisa berangkat memancing ikan. Istrinya sakit tapi masih memikirkan orang lain.
Dengan memberitahukan bahwa sementara ini tidak bisa memancing, maka untuk sementara waktu biar tidak ada orang yang kecewa karena sudah datang ke rumahnya.
Namun begitu, walau sudah diberitahukan bahwa sementara libur memancing karena harus menunggu istrinya di RSU, tapi masih ada saja orang yang datang ke rumahnya. (***)


















