BANTENRAYA.COM – Pemkab Serang menggelar pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakayat (KemenPUPR) untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Pasar Baros.
Pemkab Serang memiliki waktu dua pekan untuk kegiatan penyusunanan DED detail engineering design (DED) pembangunan Pasar Baros.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Direktur Sarana Prasarana KemenPUPR untuk menindaklanjuti pembangunan Pasar Baros yang telah diintruksikan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Baca Juga: TERLENGKAP! 28 Link Mirror Pengumuman SBMPTN 2022, Jangan Sampai Terlewatkan
“Ketika saya berkunjung ke KemenPUPR ternyata dari KemenPUPR ada yang ditugaskan meninjau ke Pasar Baros,” ujar Tatu saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Rabu 22 Juni 2022.
“Tapi karena di tengah perjalanan (pertengahan tahun-red) jadi harus membuat DEDnya dulu,” katanya.
Terkait dengan pembuatan DED itu, Tatu mengaku telah mendiskusikannya dengan Dinas Perumahaman Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB).
Baca Juga: 11 Link Twibbon Hari Raya Idul Adha 2022, Desain Unik dan Menarik Unduh Secara Gratis
Pembuatan DED akan dilakukan dengan cara swakelola karena ketiadaan anggaran dan tidak memungkinkan untuk membuat kontrak karena waktu yang sudah mepet.
“Karena pasarnya juga enggak terlalu besar isnya Allah bisa selesai. Dalam waktu dua minggu ini DED harus sudah selesai dan didiskusikan lagi dengen KemenPUPR,” ungkapnya.
“Target pembangunan tahun ini karena Pak Presiden minta ke Pak Menteri tahun ini juga,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Tak Punya Duit, Reaktivasi Jalur KA Rangkasbitung-Labuan Molor
Ia mengungkapkan, untuk lokasi pembangunan pasar dilakukan di pasar yang ada sekarang dan pembangunan akan dibuat dua lantai.
“Yang belakangnya kan punya orang lain yang harus dibeli dan itu enggak mungkin karena kita enggak punya angaran untuk pembebasan lahan,” tuturnya.
Kepala DPKPTB Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, Pasar Baros dibangun dua lantai dengan luas per lantainya 2.000 meter persegi.
Selain itu akan dibangun tempat parkir dan ruang terbuka hijau (RTH).
“Terus desainnya kita mundur 6 meter untuk persiapan pelebaran Jalan Raya Pandeglang. Luas lahannya 4.138 meter, pasar tipe A,” tuturnya.
“Untuk kebutuhan anggaran sudah kita hitung berdasarkan hasil analisa standar bangunan gedung negara sekitar 45,2 milair,” pungkasnya. ***


















