BANTENRAYA.COM – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) jurusan Teknik Kimia Untirta menggelar kegiatan penyuluhan serta praktik budidaya sayur.
Kegiatan penyuluhan dan budidaya sayur Tim PPM Untirta menggunakan metode hidroponik di Pondok Pesantren An-Nur, Desa Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Serang.
Ketua Tim PPM Untirta Nufus Kanani mengatakan, pondok pesantren menjadi salah satu lokasi dikarenakan Banten merupakan provinsi yang memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak di Indonesia.
Baca Juga: Heboh! Kalungkan Ular yang Ditangkap, Bapak Ini Malah Dililit hingga Tak Bisa Bernapas
Ia mengatakan, kegiatan PPM dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Ustaz Al Muizzu Lidinilah, tim pengajar, serta dihadiri juga oleh 20 santriawan dan santriwati.
Program ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya yaitu memberikan pengetahuan kepada para santri mengenai teknik budidaya sayur menggunakan metode hidroponik.
“Kegiatan ini juga memberikan keterampilan soft skill kepada para santri, agar memiliki jiwa kewirausahaan,” ujarnya.
Baca Juga: Berhasrat Tinju Lawan Nindy Ayunda Pacar Dito Mahendra, Nikita Mirzani: Jangan Pakai Pelindung Wajah
“Sehingga diharapkan kelak setelah lulus dari pesantren para santri tidak hanya memiliki ilmu keagamaan, namun memiliki jiwa kewirausahaan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tujuan terakhir kegiatan ini yaitu untuk dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal khususnya di Pondok Pesantren An-Nur.
Sesuai dengan tema kegiatan ini, tim PPM melakukan penyuluhan serta praktik mengenai cara budidaya sayur menggunakan metode hidroponik.
Baca Juga: Spoiler Ending Woori The Virgin Episode 14 Sub Indo: Begini Akhir Hubungan Woo Ri dengan Kang Jae
“Dimulai dari pengertian dan kelebihan teknik hidroponik, pengenalan tentang alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan serta fungsi alat dan bahan yang digunakan,” ujarnya.
Pada saat penyuluhan berlangsung, lanjutnya, juga dijelaskan mengenai proses persiapan alat dan bahan.
Proses pembenihan awal pada rockwool, proses pindah, teknik pemanenan sayur dan pembersihan instalasi alat hidroponik untuk proses penanaman sayur selanjutnya.
Baca Juga: Viral Netizen Pamer Struk Nongkrong Anak Jaksel vs Jakut Harganya Selangit
“Setelah selesai dilakukan penyuluhan, dilanjutkan praktik budidaya sayur dengan metode hidroponik yang diikuti oleh seluruh peserta,” imbuhnya.
Selama kegiatan berlangsung para santri menyambut dengan sangat antusias.
Hal ini dibuktikan dengan keseriusan para santri mengikuti kegiatan mulai dari awal sampai akhir penyuluhan berlangsung, selain itu juga banyak pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh peserta yang berhubungan dengan teknik budidaya hidroponik.
Baca Juga: Daftar PPDB Online SMPN di Cilegon Titik Maps 124 Kilometer di Bekasi, Warga Bisa Revisi di Sekolah?
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Ustaz Al Muizzu Lidinilah memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santri, diharapkan para santri dapat mengikuti penyuluhan dengan baik sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dikemudian hari,” pungkas Ustaz Muiz. ***



















