BANTENRAYA.COM- Pedagang Pasar Kranggot Kota Cilegon yang berjualan di sisi Kali Kranggot ditertibkan Petugas Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon pada Selasa, 14 Juni 2022 lalu. Namun, pada Minggu, 19 Juni 2022, pedagang kembali berjualan di bantaran kali.
Pantauan Banten Raya di lokasi, jika sebelumnya pedagang berjualan di bantaran kali menggunakan terpal yang ditopang bambu atau kayu, saat ini para pedagang yang mayoritas berjualan sayur hanya beratapkan pepohononan yang ada di sekitar lokasi.
Namun, ada beberapa pedagang yang kembali mendirikan bambu dan terpal untuk berdagang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Kota Cilegon Syafrudin membenarkan jika pedagang yang sudah ditertibkan pekan lalu kembali berjualan di bantaran kali.
Baca Juga: Boleh Membunuh Hewan Kurban Tanpa Menyembelih, Begini Penjelasan Gus Baha
“Tadi (Minggu, 19, Juni 2022) juga kita tertibkan lagi sebenarnya, memang ada beberapa pedagang yang jualan lagi di situ,” ujarnya.
Syafrudin menjelaskan, setiap hari petugas keamanan Pasar Kranggot telah diperintahkan untuk mengawasi bantatan Kali Kranggot.
Sebab, dengan adanya pedagang tersebut Kali Kranggot menjadi penuh sampah. “Kami sudah minta petugas mengawasi setiap hari,” ujarnya.
Baca Juga: WH Loncat ke NasDem, Pengamat Sebut Pilihan Pragmatis Karena Pengaruh di Demokrat Telah Meredup
Disinggung terkait adanya oknum yang membekingi pedagang, Syafrudin enggan menyebut. Namun, menurutnya pedang di bantaran kali tidak ditarik retribusi. “Di situ tidak kami target retribusi,” jelasnya. (***)



















