BANTENRAYA.COM – Para pedagang yang tergabung dalam organisasi Komunitas Pedagang Tenda Hijau atau Lapak Mobile Community dan Komunitas Pedagang Tenda Merah meminta Pemerintah Kota Serang membuka kembali car free day.
Permintaan membuka kembali car free day berdasarkan pada kondisi Kota Serang saat ini yang sudah masuk level 1 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.
Ketua Komunitas Pedagang Tenda Hijau Rudi Endang Rahmat mengatakan, dengan sudah meredanya kasus Covid-19 di Kota Serang sehingga level PPKM turun menjadi level 1 maka segala aktivitas, terutama di luar ruang, semestinya dibebaskan oleh pemerintah.
Baca Juga: Dua Hari Bank Muamalat Error Parah dan Tak Bisa Tarik Uang, Nasabah Ancam Pindah Bank
Karena itu tidak ada alasan lagi bagi pemerintah daerah untuk tidak menggelar acara-acara, terutama yang sebelumnya dilarang dengan alasan pandemi Covid-19 dan level PKM yang tinggi.
“Karena itu kami minta car free day segera dibuka kembali,” kata Rudi, Rabu 15 Juni 2022.
Rudi mengatakan, dengan semakin terkendalinya pandemi Covid-19 seharusnya menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat kembali, terutama ekonomi masyarakat kecil.
Baca Juga: Setelah Ruben Onsu, Kini Giliran Sarwendah yang Dirawat di Rumah Sakit
Untuk itu atas nama pelaku UMKM dia meminta gar car free day dibuka kembali dan aktivitas perdagangan ketika car free day juga diperbolehkan lagi.
Apalagi bila melihat durasi waktu aktivitas perdagangan di car free day yang hanya berlangsung beberapa jam. Sehingga interaksi antara satu orang dengan yang lain masih tetap bisa terkendali secara baik.
Rudi mengungkapkan, selama kurang lebih 2 tahun selama pandemi pelaku UMKM di Kota Serang yang biasa berjualan di saat car free day terpuruk secara pendapatan karena selama 2 tahun tidak bisa berjualan.
Untuk itu, dengan semakin rendahnya pandemi Covid-19 dia berharap Pemerintah Kota Serang mengeluarkan kebijakan untuk membuka kembali car free day agar ekonomi masyarakat kembali bisa berputar.
Rudi mengulas selama pandemi berlangsung pada tahun 2020 dan 2021 beberapa kali pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan yang tidak jelas.
Salah satunya tetap membiarkan aktivitas perdagangan sejumlah lokasi namun melarang aktivitas perdagangan dan car free day.
Baca Juga: Berikut 15 Nama Bayi Perempuan Islami yang Memiliki Makna Pandai, Mandiri dan Berjiwa Pejuang
Dia mencontohkan saat itu pemerintah daerah membiarkan aktivitas perdagangan di Stadion Maulana Yusuf Ciceri namun menolak aktivitas perdagangan ketika car free day.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Farach Richi mengatakan, sebetulnya car free day sudah direncanakan akan digelar pada pekan lalu seiring sudah turunnya level PPKM Kota Serang ke angka 1.
Namun karena ada prosesi pemberangkatan jemaah haji, maka Polres Serang Kota tidak mengeluarkan izin pelaksanaan car free day.
Baca Juga: Berapa Kali Indonesia Tampil di Piala Asia? Simak Penjelasannya Di Sini
Karena itu, dia memperkirakan car free day baru akan bisa dilakukan pada pekan ini.
Dia juga mengaku tidak mempermasalahkan bila ada aspirasi dari pedagang yang ingin berjualan selama car free day.
Meski demikian, untuk aktivitas berjualan dia hanya akan memperbolehkan dilakukan pada minggu ganjil atau pekan pertama dan ketiga. Sementara pada pekan kedua dan keempat tidak ada aktivitas berjualan.
Baca Juga: TERNYATA MUDAH, Cara Mendapatkan Uang Dari TikTok
Dia beralasan, momen car free day sebenarnya dibuat guna mengukur kualitas udara setelah selama sepekan aktivitas berkendara tidak pernah dibatasi.
Sehingga, pada saat car free day itulah pengujian ualitas udara dapat maksimal guna mengukur kualitas udara Kota Serang.
“Saat ganjil boleh ada yang jualan tapi saat genap kami melakukan pengukuran kualitas udara,” kata Farach. ***

















