BANTENRAYA.COM – Sudah dua hari ini Bank Muamalat mengalami gangguan sistem mulai dari mobile banking, ATM, bahkan teller di kantor cabang.
Dampaknya, nasabah tidak bisa melakukan transaksi di semua pos transaksi Muamalat yang ada.
Kejadian gangguan parah ini sudah dua kali terjadi dalam enam bulan.
Pertama kali terjadi di akhir 2021 lalu.
Dan yang kedua terjadi sejak Selasa 14 Juni 2022.
Baca Juga: Setelah Ruben Onsu, Kini Giliran Sarwendah yang Dirawat di Rumah Sakit
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh Nasabah setia Bank Muamalat karena gangguan sistem masih berlangsung hingga hari ini,” kata akun twitter Bank Muamalat dikutip bantenraya.com, Rabu 15 Juni 2022.
Postingan akun twitter Bank Muamalat tersebut ditanggapi sinis oleh masyarakat pengguna.
“Dan kami pertimbangkan untuk menutup rekening saja dan pindah bank lain yg system nya bisa lebih bisa di andalkan,” kata akun twitter @Firmansyah.
Baca Juga: Berikut 15 Nama Bayi Perempuan Islami yang Memiliki Makna Pandai, Mandiri dan Berjiwa Pejuang
“ga bisa transaksi apa-apa Pak. nasabah muamalat harap bersabar ini takdir. tarik teller ga bisa, m-banking ga bisa, tarim atm ga bisa. puasa dulu aja. harap maklum. jaman skrg kayanya emang jadi konsumen harus realistis aja ya ga usah loyal2 amat…kl gini susah sendiri. nangis,” kata @wahdiniiskandar.
Para pengguna semakin kesal karena akun medsos Bank Muamalat sebelumnya menyatakan bahwa transaksi setoran dan penarikan uang masih bisa dilakukan di ATM dan kantor cabang.
Ternyata belakangan hal itu juga tidak bisa dilakukan.
Baca Juga: TERNYATA MUDAH, Cara Mendapatkan Uang Dari TikTok
“Tulisan “Anda dapat melakukan transaksi di Kantor cabang bla bla” hal tersebut tidak sesuai realita. perbaikan sistem itu setwku dilakukan di weekend dan malam hari diluar jam operasional. ini berarti impacted dan indicated malfunction dan malaction,” kata Dzikri Ramdhani @mr_dzikri.
“Sudah 2 hari tidak bisa transaksi apapun, sangat merugikan, semoga saja saldonya tidak hilang,” kata @nafisaarif.
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Bank Muamalat.
***


















