BANTENRAYA.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan pidato usai pemakaman putranya Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss.
Melalui pidatonya kini Ridwan Kamil menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak.
Ridwan Kamil memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada yang sudah membantu dalam proses Eril hingga sampai saat ini dimakamkan.
Ridwan Kamil dalam pidatonya mengenang proses pencarian Eril yang sempat dinyatakan hilang.
Dan pencarian selama 14 hari kini membuahkan hasil, Eril ditemukan di bendungan Enghalde.
Berikut pidato lengkap yang disampaikan oleh Ridwan Kamil usai prosesi pemakaman Eril.
Baca Juga: Sinopsis Melur untuk Firdaus Episode 11 Full: Firdaus Mulai Mencurigai Haris
Izinkan saya menyampaikan sepenggal rasa cinta, siapa itu Eril dan apa hikmah dari kepergian Eril.
14 hari bisa terasa pendek dalam kehidupan rutin yang sehari-hari, tapi 14 hari ini menjadi begitu panjang dalam kehidupan kami.
Kami bertanya-tanya mengapa harus selama ini Ya Allah, mengapa tidak lebih cepat agar semua lekas berlalu, supaya kami yang hidup tidak terlalu lama mengharu biru, tapi waktu adalah rahasia Allah yang mustahil bisa di pecahkan apa lagi menyangkut tentang kelahiran dan kematian.
Baca Juga: Siapa Sangka! 2 Ulama Ini Memilih Murtad Jadi Atheis hingga Menyembah Iblis
Waktu adalah relatif, begitulah kata orang-orang yang arif, dan akhirnya kami menerima dengan hati yang lapang, sebab kami bisa menemukan banyak sekali pentunjuk yang terang.
Dalam rentang 14 hari yang sejujurnya sangat melelahkan, namun kami pun mendapat banyak pelajaran dan menerima kearifan.
Tentang hidup Eril yang secara kasat mata rasanya terlalu singkat, tapi setelah dicermati kehidupannya sangat padat dan penuh manfaat.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayan Kesehatan, Pemprov Banten Gandeng FK UI
23 tahun mungkin belum cukup untuk menghasilkan karya-karya yang besar, namun terbukti ternyata memadai untuk menjadi manusia yang dicintai dengan akbar.
Kami belajar tentang hidup yang tidak semata terdiri atas lamanya hari, tapi tentang tiap hela nafas yang dipakai berbuat baik walau kecil dalam sehari-hari.
Kami mengikhlaskan Eril pergi karena akhirnya kami menyadari bahwa Allah telah mencukupkan seluruh amal-amalnya untuk menutupi kemungkinan bertambah kekhilafannya.
Baca Juga: Bikin Bangga! Mahasiswa Indonesia Raih Prestasi di CanSat Competition di Amerika
Mungkin akan berat, tapi kami sebenarnya sudah menyiapkam hati kalau kami tidak lagi akan melihat jasadnya untuk terakhir kali, bukankah Eril lahir di New York yang berada jauh disebrang, mengapa tidak jika ia wafat di Swiss yang jauhnya juga tidak berbilang.
Bukankah tiap sejengkal tanah adalah milik Allah yang menentukan segala pergi dan pulang.
Luncuran doa yang di panjatkan dari berbagai penjuru negri adalah limpahan pertanda yang lebih dari cukup bagi kami untuk yakin barangkali Allah memang yang menghendaki agar kepulangannya disambut baik oleh langit dan bumi.
Baca Juga: Tanamkan Cinta Al Quran, Camat Purwakarta Kota Cilegon Gelorakan Gerakkan Magrib Mengaji
Bagaimana mungkin kami tidak merasa dilimpahi oleh rahmay dan karunia saat jenazah yang terbaring ini, berada di air berhari-hari masih ituh lagi sempurna.
Itulah salah satu keyakinan kami bukti adanya mukjizat yang akhirnya Alhamdulillah kami diberi sempat untuk melihat tanda kekuasaan Allah sang pemberi berkat, pelajaran bagi kita yang beriman, dan yang pandai membaca isyarat.
Kematian Eril, merupakan kehilangan yang sangat telak juga pengalaman yang sungguh dahsyat dalam momentum waktu yang nyaris sejajar, kami merasakan kehilangan yang paling besar, tapi seketika itu juga kami merasa di limpahi kasih yang akbar.
Baca Juga: TERNYATA GAMPANG! Download Lagu Mp3 Juice, Tanpa Iklan dan Virus, Simak Penjelasannya di Sini
Terakhir kami sangat bersukur dianugrahi seorang putra yang dalam hidupnya, bahkan dalam pulangnya masih mendatangkan cinta kepada kami sang orang tua.
Terima kasih, hatur nuhun, jazakallah khairun kastiran, atas segala cinta doa yang dipanjatkan untuk ananda Eril almarhum, semoga Allah membalas berlipat-lipat kebaikan Anda semuanya. ***


















