BANTENRAYA – Tahun 2025 penjualan mobil baru dengan bahan bakar solar akan dilarang.
Pelarangan ini tiada lain ntuk mengurangi emisi pemanasan bumi pada 2030.
Namun demikian pelarangan ini baru akan diberlakukan di Negara Uni Eropa yang pada Rabu 8 Juni 2022 Anggota parlemen Uni Eropa (EU), memilih untuk mendukung larangan efektif EU terhadap penjualan mobil baru berbahan bakar bensin dan diesel mulai 2035.
Parlemen EU menolak upaya untuk melemahkan proposal terkait upaya mempercepat peralihan Eropa dalam penggunaan kendaraan listrik.
Dilansir dari Reuters via Pikiran-Rakyat.com, pemungutan suara parlemen mendukung pilar utama dari rencana Uni Eropa untuk mengurangi emisi pemanasan bumi bersih 55 bersih pada 2030. Angka itu naik dari tingkat pengurangan emisi pada 1990.
Baca Juga: Tangsel Pertahankan Juara Umum Popda X Banten
Untuk mencapai target tersebut, maka dibutuhkan pengurangan emisi lebih cepat. Khususnya dari industri, energi, dan transportasi.
Anggota parlemen mendukung proposal yang dibuat oleh Komisi Eropa pada 2021, untuk meminta pengurangan 100 persen emisi karbondioksida (CO2) dari mobil baru pada 2035.
Proposal itu akan melarang penjualan kendaraan berbahan bakar fosil di EU mulai 2035.
Upaya oleh beberapa anggota parlemen untuk melemahkan target pengurangan karbondioksida (CO2) menjadi sebesar 90 persen pada 2035, ditolak. Namun, undang-undangnya masih belum final.
Pemungutan suara pada Rabu tersebut menegaskan posisi parlemen untuk negosiasi mendatang dengan negara-negara Uni Eropa mengenai undang-undang final.
Upaya itu dibantu oleh undang-undang EU lainnya. Yaitu aturan yang akan mewajibkan negara-negara anggota untuk memasang jutaan pengisi daya kendaraan.
”Membeli dan mengendarai mobil tanpa emisi, akan menjadi lebih murah bagi konsumen,” kata Jan Huitema, Ketua Perunding Parlemen, mengenai kebijakan pengurangan emisi EU tersebut.
Perusahaan-perusahaan pembuat mobil, termasuk Ford dan Volvo, secara terbuka mendukung rencana EU untuk menghentikan penjualan mobil bermesin bahan bakar fosil pada 2035.
Sementara itu, perusahaan pembuat mobil lainnya, termasuk Volkswagen, bertujuan untuk berhenti menjual mobil bermesin bahan bakar fosil di Eropa pada tahun itu.
Penolakan
Sementara itu, surel yang dilihat oleh Reuters menunjukkan, kelompok industri termasuk asosiasi mobil Jerman VDA, melobi anggota parlemen EU untuk menolak target 2035 tersebut.
Menurut mereka, target itu menghukum bahan bakar alternatif rendah karbon. Selain itu, VDA menilai, terlalu dini bagi EU untuk berkomitmen seperti itu. Soalnya, peluncuran infrastruktur pengisian daya yang masih tidak pasti
Saat ini, menurut data penjualan 2021, populasi mobil listrik dan kendaraan hibrida di Uni Eropa mencapai 18 persen.
Baca Juga: Tak Sembarang Orang Bisa Masuk, Pelayat Pemakanan Eril Dipasangi Stiker Khusus
Namun, tahun 2022, penjualan mobil secara keseluruhan turun di tengah kekurangan semikonduktor, menurut Asosiasi Produsen Mobil Eropa.
Transportasi menghasilkan seperempat dari emisi pemanasan bumi di Eropa. Gas rumah kaca dari sektor transportasi pun meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi itu mengancam upaya untuk mencegah tingkat perubahan iklim yang berbahaya.*


















