BANTENRAYA.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal sekaligus Mustasyar PBNU KH. Dimyati Rois dikabarkan wafat pada Jumat 10 Dzulqo’dah 1443 H atau 10 Juni 2022, pukul 01.13 WIB.
Kabar duka berpulangnya KH. Dimyati Rois dikabarkan melalui akun Instagram Pondok Pesantren APIK Kaliwungu @ponpesapikkaliwungu.
KH. Dimyati Rois merupakan salah satu ulama senior yang sangat dihormati di kalangan NU.
Dikutip bantenraya.com dari NU Online, KH. Dimyati Rois atau dikenal dengan Abah Dim adalah ulama yang terkenal dengan ketawadhuannya.
Baca Juga: Sinopsis Spy X Family Episode 10, Anya dan Damian Akhirnya Berdamai ?
Cerita ketawadhuan Abah Dim ini diceritakan oleh Prof. KH. Zainal Abidin bahwa ketika diminta pandangan lebih dahulu, beliau tidak mau.
Pasalnya, sebab beliau sungkan sekaligus hormat dengan KH. Ma’ruf Amin.
Pada Muktamar NU ke-33 di Jombang, Abah Dim terpilih sebagai salah satu dari sembilan anggota Ahwa.
Baca Juga: Jenazah Eril Ditemukan di Bendungan Enghalde, Keluarga Ridwan Kamil Langsung Terbang ke Swiss
Abah Dim lahir di Bulukumba, Brebes, pada 5 Juni 1945, ia menempuh pendidikan di Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Kemudian, Abah Dim melanjutkan pendidikannya di Ponpes APIK, Kaliwungu, Kendal selama 14-15 tahun.
Abah Dim terkenal sebagai sosok yang ramah, sabar dan pemurah.
Salah satu yang beliau terapkan pada dirinya, yakni mengajarkan kepada para santri apa-apa yang sudah beliau kerjakan sebelumnya.
Beliau sangat pantang mengajarkan sesuatu, tetapi dirinya belum melakukan hal tersebut.
Selain itu, Abah Dim termasuk yang ikut mendeklarasikan partai PKB bersama dengan KH. Cholil Bisri, KH. Mustofa Bisri, KH. Abdurrahman Wahid, KH. Munasir Ali, KH. Muchit Muzadi, KH. Maruf Amin, dan KH. Ilyas Ruchiyat.
Seluruh warga NU termasuk masyarakat Indonesia atas kabar wafatnya KH. Dimyati Rois dini hari tadi, sangat kehilangan ulama yang pemurah dan sabar. ***


















