BANTENRAYA.COM – Proses pencarian anak sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz sampai Selasa kemarin 31 Mei 2022 masih belum membuahkan hasil.
Dalam proses pencarian anak sulung Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, Kepala Kepolisian Maritim Bern menyampaikan bahwa pencarian masih terfokus pada area di antara dua pintu air.
Selain fokus pada area di antara dua pintu air, proses pencarian Eril juga dilakukan patroli secara intensif pada wilayah setelah pintu air ke-2.
Penjelasan di atas merupakan press rilis yang dikeluarkam resmi oleh Pemprov Jabar melalui akun Twitter @jabarprov.go.id untuk selalu memberikan kabar terbaru tentang proses pencarian Eril kepada masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Kapan Gaji ke-13 Cair? Intip Waktu Lengkap Besarannya dengan Lengkap
Menurut keterangan akun Twitter @jabarprov.go.id, Polisi Maritim Bern bertemu dengan orangtua Eril di salah satu boat house atau rumah kapal di wilayah Wohlensee untuk menyampaikan perkembangan pencarian Eril.
“Polisi Maritim Bern memastikan bahwa berbagai komunitas di sepanjang bantaran sungai Aare telah terinformasikan dengan baik,” tulis akun Twitter Jabarprov.go.id, Rabu 1 Juni 2022.
Kemudian, Polisi Maritim Bern juga menyampaikan bahwa untuk proses pencarian Eril sudah diperluas dengan melibatkan unsur masyarakat seperti, klub pendayung, klub pemancing, dan komunitas berkebun.
“Menurut perkiraan, kondisi cuaca di kota Bern pada beberapa hari ke depan diprediksi akan hujan, dengan badai di area pegunungan. Hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi air di sungai Aare,” ungkap aku Twitter Jabarprov.go.id.
Selanjutnya, Polisi Maritim Bern akan melanjutkan pencarian intensif besok hari dengan metode yang sama dengan sebelumnya: patroli darat, perahu, drone.
“Keputusan menggunakan penyelam sangat situasional karena kondisi alam yang tidak menentu,” tuturnya.
Baca Juga: KPU Kota Serang Ajukan Rp 67 Miliar Untuk Pilkada, Walikota Serang Syafrudin: Segitu Kebesaran!
Dalam proses pencarian Eril, Ridwan Kamil juga turut membantu secara mandiri dengan memeriksa langsung titik-titik yang potensial di sepanjang tepi sungai Aaree.
“Rute yang ditempuh oleh orang tua Sdr. Eril termasuk rute darat dan beberapa wilayah perairan yang masih aman untuk dijelajahi manusia,” pungkasnya
Sebagai informasi, Eril bersama adik dan kerabatnya berenang di Sungai Aaree, Bern, Swiss, pada Kamis 26 Mei 2022.
Eril yang saat itu sedang menuju ke permukaan tiba-tiba dihantam oleh arus deras Sungai Aaree, lalu terbawa hanyut dan dinyatakan hilang sampai saat ini.
Proses pencarian Eril terus digalakkan dengan dibantu oleh tim SAR, Polisi, Polisi Maritim, dan Pemadam Kebakaran serta didukung oleh pihak Pemerintah Kota Bern.***


















