BANTENRAYA.COM – Viral di media sosial aksi konvoi khilafah yang dilakukan oleh sejumlah pengendara motor.
Diketahui, aksi konvoi khilafah yang dilakukan oleh sejumlah pengendara motor itu terlihat di Cawang, Jakarta Timur, pada Minggu 29 Mei 2022.
Mengenai aksi konvoi khilafah yang dilakukan oleh sejumlah pengendara motor itu ditanggapi oleh Kepala Suku Badan dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur, Ahmad Yani.
Baca Juga: 1 Juni Tanggal Merah? Berikut Daftar Hari Libur Nasional Sepanjang Juni 2022
Menurut Ahmad Yani, kasus konvoi khilafah yang terlihat di Cawang, Jakarta Timur sedang ditelusuri oleh pihaknya.
Ahmad Yani menambahkan bahwa pihaknya sedang mencari informasi terkait identitas pengendara motor yang terekam dalam video viral tersebut.
“Upaya mencari informasi Intel Kesbangpol bersama Intel Kodim. Sikap Kesbangpol tetap monitor dan mewaspadai,” ujar Ahmad Yani, Selasa 31 Mei 2022.
Baca Juga: Sudah 5 Hari, Pencarian Eril Putra Ridwan Kamil Belum Membuahkan Hasil
Kemudian, Ahmad Yani menerangkan bahwa Kesbangpol mempunyai tugas untuk membina persatuan bangsa, salah satunya mencegah paham yang bertentangan dengan dasar negara.
“Tupoksi kami melaporkan setiap gerak gerik kejadian yang dianggap bisa mengancam keutuhan negara kita NKRI,” ungkap Ahmad Yani.
Sementara itu dari pihak Polda Metro Jaya setelah mendapatkan data para pengendara motor yang terlibat konvoi khilafah akan memanggil dan meminta niat dan tujuan mereka.
Baca Juga: 30 Link Twibbon Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, Kobarkan Semangat Bhineka Tunggal Ika
Jadi Polda Metro Jaya tentunya akan mendalami video tersebut karena kita sudah mendapatkan data yang terjadi di daerah Jakarta Timur,” ujar Kombes Pol Endra Zulpan pada Senin 30 Mei 2022.
Kemudian, Endra Zulpan akan mencari terlebih dahulu pembuat video dan para pengendara motor yang terlibat konvoi.
Baru Setelah itu, Endra Zulpan menyampaikan akan dilakukan pemanggilan dan penyidikan.
“Kami akan mencari data dulu terhadap pengendara yang terlihat dalam video tersebut tentunya kami juga akan memanggil mereka,” ungkap Endra Zulpan.
Lebih jauh, Zulpan mengutarakan bahwa setelah semua di atas dilakukan pihaknya akan memanggil para pengendar motor yang terlibat konvoi, kemudian akan diberikan edukasi agar tidak menyimpang.
“Kami juga akan menanyakan tujuan tujuan. Memberikan edukasi kepada mereka agar tidak menyimpang,” tuturnya.
Baca Juga: Prediksi Line Up Timnas Indonesia versus Bangladesh, Tak Ada Witan dan Evan Dimas
Mengenai konvoi tersebut, Zulpan menegaskan bahwa aksi konvou khilafah dan membawa atribut-atributnya merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Hal ini, menurut Zulpan, lantaran Indonesia tidak menganut sistem khilafah.
“Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan peraturan dan juga apa yang menjadi ketentuan di dalam peraturan perundang-undangan kita bahwa bangsa Indonesia ini bukan berdasarkan Khilafah,” pungkas Zulpan. ***


















