BANTENRAYA.COM – Simak contoh khutbah Jumat lengkap dan singkat tentang empat tujuan diciptakannya lisan.
Khutbah Jumat singkat ini bisa menjadi referensi untuk di sampaikan pada siang ini Jumat, 13 Mei 2022.
Isi teks khutbah Jumat singkat ini tentang tujuannya diciptakannya lisan yaitu salah satunya untuk Membaca Al-Qur’an dan menyampaikan kebutuhan agama.
Khutbah ini mengajak kepada khalayak untuk mengingat kembali hakikat penciptaan lisan oleh Allah, Dengan ini diharapkan kita semua mampu menjaga lisan untuk tidak berkata buruk.
Untuk lebih jelasnya perhatikan dibawah ini yang di kutip dari Nu Online.
اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ اَنْعَمَنَا بِنِعْمَة الْاِيْمَانِ وَ الْاِسْلَامِ وَ أَعْطَىنَا اللِّسَانَ بِاَفْصَحِ الْكَلَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الرَّحْمٰنُ وَ أَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَ حَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الْكِرَامُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى اٰلِهِ وَ اَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ وَ قُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا. وَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ.
Baca Juga: Teks Khutbah Shalat Jumat Tema: Resep Bahagia Dunia dan Akhirat, Penuh Motivasi dan Inspiratif
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah ﷻ, Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah ﷻ karena manusia terbaik di sisi Allah ﷻ adalah yang paling bertakwa kepada-Nya.
Dan marilah kita wujudkan ketakwaan ini dengan senantiasa menjalankan segala perintah Allah ﷻ dan menjauhi segala yang dilarang Allah ﷻ .
Baca Juga: Lirik Lagu ‘Nyari Apa di Hip Hop’ Karya Terbaru dari Ecko Show, Toton Caribo, dan Jacson Zeran
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah ﷻ, Al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali al-Thusi menyampaikan dalam Bidayatul Hidayah,
bahwa ada empat hal tujuan diciptakannya lisan oleh Allah ﷻ .
1. Memperbanyak dzikir, ingat kepada Allah ﷻ .
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Tersingkat Tentang: Berbuat Baik Kepada Tetangga
Hal ini sebagai bentuk kita bersyukur kepada-Nya yang telah memberikan begitu banyak nikmat.
Banyaknya menyebut asma-Nya dan mengingat-Nya dengan berdzikir, juga merupakan wujud cinta kita kepada-Nya.
Sebab, pepatah mengatakan bahwa semakin kita cinta, semakin kita akan sering menyebut-nyebut namanya.
Baca Juga: Simak! Pengertian dari FF Advance Server, Berikut dengan Cara Daftarnya
Bahkan dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. mengingatkan bahwa hamba yang paling utama derajatnya di sisi Allah ﷻ pada hari kiamat nanti adalah mereka yang banyak berdzikir kepada Allah ﷻ .
Imam Abul Hasan al-Wahidi mengutip pernyataan Ibnu Abbas, mengatakan bahwa maksud dari hadits tersebut adalah berdzikir kepada Allah di berbagai kesempatan seperti usai shalat, tidur, bangun dari tidur, setiap makan dan juga saat istirahat.
Baca Juga: TERBARU! Kumpulan Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional 2022, Paling Populer dan Banyak Dicari
2. Membaca Al-Qur’an.
Hal ini penting untuk dapat menuntun kita ke jalan agama Allah ﷻ yakni agama Islam. Membaca Al-Qur’an juga memberikan kita begitu banyak pahala, meskipun kita tidak memahami kandungan dari ayat-ayat yang kita baca.
Memperbanyak membaca Al-Qur’an juga akan memberikan kita syafaat kelak di hari kiamat.
Baca Juga: Link Streaming dan Sinopsis Drama Korea Rose Mansion di Platform Resmi TVING
Bahkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baiknya orang di antara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”.
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Cihunjuran Mandalawangi Pandeglang
3. Memberikan petunjuk bagi makhluk Allah ﷻ mengenai agamanya yang benar, yang dijalankan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, yakni agama Islam.
4. Menyampaikan kebutuhan agama dan dunia kita.
Dalam arti belajar dan melakukan sesuatu keduniaan untuk memenuhi persyaratan peribadatan kita kepada-Nya.
Baca Juga: Lawan Filipina Jadi Laga Krusial Bagi Indonesia di SEA Games
Termasuk soal keduniaan, kita bekerja untuk memperoleh bekal makan sebagai sarana agar kuat dalam beribadah.
Jika lisan tidak digunakan untuk selain empat hal tersebut, maka tidak ada pilihan lain kecuali diam.
Sebab, jika lisan tidak digunakan sesuai dengan tujuan penciptaannya, maka hal tersebut merupakan bentuk kufur nikmat.
Baca Juga: Pilar Calon Kuat Ketum PSSI Banten
Oleh karena itu, marilah kita gunakan lisan sesuai dengan tujuannya atau lebih baik diam saja.
Allah ﷻ pun berfirman dalam QS Al-Ahzab: 70:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian dan berkatalah (dengan) hal-hal baik.”
Baca Juga: Pejabat dan Staf Satpol PP Cilegon Terlibat Duel, Rekan Kerja Ramai-ramai Memisahkan
Dalam ayat lain, Allah ﷻ berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
“Tidak sekali-kali seorang manusia berbicara sepatah kata pun kecuali disampingnya terdapat Raqib dan Atid” (QS Qaf: 18).
Artinya, jika bukan hal baik yang disampaikan, lebih baik diam, tidak malah mengatakan hal-hal yang buruk. Sebab, ada dua malaikat yang selalu siap sedia mencatat segala perkataan kita.***



















