BANTENRAYA.COM – Dalam artikel ini dijelaskan tentang bagaimana hukumnya menikahi sepupu dalam Islam dalam pandangan Buya Yahya.
Sepupu adalah anak dari adiknya ibu atau kakaknya ibu, atau anak dari adiknya ayah atau kakaknya ayah.
Singkatnya, sepupu adalah anaknya paman.
Biasanya sepupu banyak yang seumuran dengan kita dan menjadi teman bermain sehari-hari.
Ketika dewasa, apalagi momen lebaran, banyak terjadi kasus jatuh cinta dengan sepupu.
Terakhir bertemu saat kecil, saat Lebaran, bertemu kembali sudah besar dan pangling.
Baca Juga: Memeriahkan Malam Idul Fitri, Tetap Dianjurkan Takbiran Saat Dijalan Mudik
Akhirnya banyak yang bertanya, bagaimana hukumnya menikahi sepupu?
Buya Yahya Al Bahjah menjawab mengenai pertanyaan ini.
Seperti dikutip bantenraya.com dari channel youtube Al-Bahjah TV, Senin 2 Mei 2022.
Baca Juga: Awal Mula Istilah Halal Bi Halal, Puan Maharani Ceritakan Kisah Lengkapnya, Ternyata…
Saat siaran radio, Buya Yahya mendapatkan pertanyaan dari pendengar tentang bagaimana hukumnya menikahi anaknya uwa atau paman.
“Kalau misalnya menikah dengan anaknya uwa, anak uwanya laki-laki menurut agama Islam bagaimana?” tanya si pendengar.
Buya Yahya kemudian menjawab. “Kalau anda seorang anak gadis punya uwa. Uwa punya anak dan itu sepupu anda. Boleh menikah sepupu asalkan tidak ada yang lainnya,” kata Buya Yahya.
Baca Juga: Lirik Lagu Hari Lebaran Karya Ismail Marzuki, Diciptakan Saat Zaman Orde Lama
Menikahi sepupu diharamkan ketika ada hal lainnya.
“Misalnya, sepupu tapi sesusuan dengan anda. Ada sepupu semula boleh menikah jadi haram menikah karena sesusuan,” kata Buya Yahya.
Hanya saja, kata Buya, memang ada imbauan dalam agama agar jika menikah sebaiknya tidak boleh dengan saudara dekat,
“Sepupu dianggap teramat dekat tapi tidak dilarang untuk dinikahi. Ada riwayat hadits katanya (jika menikah dengan sepupu) akan keluar anak yang kurus,” kata Buya Yahya.
Meski demikian, lanjut dia, dalam agama tetap sah menikahi sepupu atau anaknya paman asalkan tidak ada keharaman lainnya.
“Kalau dia baik, soleh, gak apa-apa,” kata Buya Yahya. ***



















