BANTENRAYA.COM – Berikut ini lirik lagu Penantian yang Tertunda yang dibawakan oleh Kangen Band.
Lagu Penantian yang Tertunda kembali menarik perhatian usai heboh sebuah video yang memperlihatkan saat penyanyi Tri Suaka dan Zinidin Zidan membawakannya.
Yang jadi sorotan, Tri Suaka dan Zidan membawa lagu Penantian yang Tertunda dengan memparodikan gaya bernyanyi Andika Kangen Band yang dinilai sudah melecehkan.
Baca Juga: Kapan Turunnya Malam Lailatul Qadar? Simak Metode Sistematis yang Ditulis Imam Al-Ghazali
Dalam video yang beredar memperlihatkan Tri Suaka dan Zinidin Zidan menirukan gaya bernyanyi Andika Kangen Band sambil tertawa.
Tri Suaka juga beberapa kali tampak coba menyanyi dengan sedikit memonyongkan bibir seperti gaya khas Andika Kangen Band.
Hal itu lantas saja membuat netizen geram dan memberikan kecaman.
Dan berikut ini lirik lagu Penantian yang Tertunda yang dari Kangen Band, sebuah lagu yang dirilis pada 2007 lalu.
Kumohon kau mengerti
Cobalah kau tabahkan hati
Mungkin di saat ini
Cinta kita sedang diuji
Cobalah kau tabahkan hati
Mungkin di saat ini
Cinta kita sedang diuji
Tabahkanlah hatimu
Oleh siksa orang tuamu
Kuyakin kita mampu
Bila kita saling menunggu
Oleh siksa orang tuamu
Kuyakin kita mampu
Bila kita saling menunggu
Saat kita melangkah
Dan dari sayap cinta yang patah
Kuyakin engkau setia
Untuk selama-lamanya
Dan dari sayap cinta yang patah
Kuyakin engkau setia
Untuk selama-lamanya
Kuyakin engkau bidadari dalam tidurku
Kuyakin engkau yang pantas aku tunggu
Kuyakin engkau hadir dalam mimpi indahku
Kau yang terbaik bagiku dan nomor satu
Kuyakin engkau yang pantas aku tunggu
Kuyakin engkau hadir dalam mimpi indahku
Kau yang terbaik bagiku dan nomor satu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau sebagai simpananmu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau engkau takkan kumiliki
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau engkau takkan kumiliki
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau hanya kekasih gelapmu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Hingga saat nafasku terhenti
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Hingga saat nafasku terhenti
Tabahkanlah hatimu
Oleh siksa orang tuamu
Kuyakin kita mampu
Bila kita saling menunggu
Oleh siksa orang tuamu
Kuyakin kita mampu
Bila kita saling menunggu
Saat kita melangkah
Dandani sayap cinta yang patah
Kuyakin engkau setia
Untuk selama-lamanya
Dandani sayap cinta yang patah
Kuyakin engkau setia
Untuk selama-lamanya
Baca Juga: Tersangka Penggelapan Pajak Kendaraan Samsat Kelapa Dua Bakar Barang Bukti, Data Mobil Mewah Hilang
Kuyakin engkau bidadari dalam tidurku
Kuyakin engkau yang pantas aku tunggu
Kuyakin engkau hadir dalam mimpi indahku
Kau yang terbaik bagiku dan nomor satu
Kuyakin engkau yang pantas aku tunggu
Kuyakin engkau hadir dalam mimpi indahku
Kau yang terbaik bagiku dan nomor satu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau sebagai simpananmu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau engkau takkan kumiliki
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau engkau takkan kumiliki
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau hanya kekasih gelapmu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Hingga saat nafasku terhenti
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Hingga saat nafasku terhenti
Kuyakin engkau bidadari dalam tidurku
Kuyakin engkau yang pantas aku tunggu
Kuyakin engkau hadir dalam mimpi indahku
Kau yang terbaik bagiku dan nomor satu
Kuyakin engkau yang pantas aku tunggu
Kuyakin engkau hadir dalam mimpi indahku
Kau yang terbaik bagiku dan nomor satu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau sebagai simpananmu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau engkau takkan kumiliki
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau engkau takkan kumiliki
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Walau hanya kekasih gelapmu
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Hingga saat nafasku terhenti. ***
(Ku kan s’lalu tegar menanti)
Hingga saat nafasku terhenti. ***
Editor: Administrator

















