BANTENRAYA.COM – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Serang terbilang masih tinggi.
Dari Januari hingga April bulan ini tercatat sudah ada 21 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Untuk menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak, para relawan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kabupaten dan kecamatan diimbau untuk melakukan antisipasi.
Baca Juga: Dicekoki Miras, 4 Pemuda Tanggunh Gilir Gadis Lugu asal Tangerang
Selain itu, Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang menekankan kepada relawan P2TP2A untuk merespon cepat setiap asa kasus.
“Yang terpenting kepada relawan P2TP2 ini dia dapat melaksanakan peran, tugas, dan fungsinya dengan baik,” ujar Kepala DKBP3A Kabupaten Serang Tarkul Wasyit di rumah aman P2TP2A, Jumat 22 April 2022.
Ia menjelaskan, relawan P2TP2A harus mampu merespon cepat ketika mendengar, melihat, dan menyaksikan kasus kekerasan dan langsung mengambil langkah-langkah antisipatif.
Baca Juga: Link Nonton Wedding Agreement The Series Episode 5, Lengkap dengan Sinopsis dan Jadwal Tayang
“Sesuai mekanisme membuat laporan, melaksanakan penanganan, dan melaksanakan pendampingan. Relawan harus tahu duluan ketika ada kasus kekerasan di wilayahnya,” katanya.
Tarkul mengungkapkan, untuk kasus kekerasan pada tahun 2022 tercatat dari Januari hingga April sudah ada 21 kasus yang didominasi kasus kekerasan seksual.
“Semua kasus yang terlaporkan tertangani degan baik. Para korban kita lakukan pendampingan sampai selesai atau sampai tidak trauma dan sembuh,” tuturnya.
Baca Juga: Drama Korea Pachinko Episode 7: Jadwal Tayang, Spoiler dan Link Nonton Sub Indo
Tarkul juga mengimbau agar para relawan P2TP2A aktif melakukan pencegahan melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi kepada komunitas seperti kepada ibu-ibu pengajia, perkumpulan warga lainnya.
“Ke depan kita akan melakukan MoU dengan para stakeholder di wilayah agar lebih banyak pihak-pihak yang terlibat pencegahan,” katanya.***



















