BANTENRAYA.COM – Itikaf menjadi salah satu amalan yang memiliki keutamaan, terlebih dilakukanbsaat 10 hari terakhir saat Ramadhan.
Sebab, Itikaf 10 hari terakhir menjadi salah satu sarana seseorang mendapatkan lailatul qadar.
Itikaf 10 hari terakhir juga menjadi ibadah sunah yang di anjurkan Rasullah SAW.
Itikaf dianjurkan dalam rangka sesorang mendekatkab diri kepada Allah terutama 10 hari terakhir Ramadhan, dimana Ramadhan akan pergi.
Dikutip BantenRaya.Com daru portan islam.nu.or.id, jika itikaf dalamnsebuah hadits diwriayarkan, Rasulullah saw bahkan menyatakan bahwa i’tikaf di sepuluh malam terakhir bagaikan beri’tikaf bersama beliau.
Baca Juga: Ini Dia Link Daftar Mudik Gratis Kemenhub 2022 Lengkap Bersama Cara Mendaftar dan Kota Tujuan Mudik
مَنِ اعْتَكَفَ مَعِي فَلْيَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ
Artinya, “Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku, maka beri’tikaflah pada sepuluh malam terakhir,” (HR Ibnu Hibban).
Lailatul qadar sendiri meupakan malam yang labih baik dari seribu bulan di saat ramadhan.
Adapun rukun i’tikaf sendiri ada empat:
1. Niat,
2. Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah shalat,
3. Dilakukan di masjid, dan
4. Orang yang beri’tikaf.
Kemudian, syarat orang yang beri’tikaf adalah beragama Islam, berakal sehat, dan bebas dari hadas besar.
Baca Juga: Jenazah Korban Pembunuhan Sadis Kabupaten Serang Dimakamkan Bersebelahan
Artinya, tidak sah i’tikaf dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi syarat tersebut.
Kemudian, macam-macamnya ada tiga:
1. itikaf mutlak,
2. itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus,
3. itikaf terikat waktu dan terus-menerus.
Adapun yang membatalkan i’tikaf ada sembilan:
1. Berhubungan suami-istri,
2. Mengeluarkan sperma,
3. Mabuk yang disengaja,
4. Murtad,
5. Haidh, selama waktu i’tikaf cukup dalam masa suci biasanya,
6. Nifas,
7. Jeluar tanpa alasan,
8. Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda,
9. Keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal ***


















