BANTENRAYA.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya marak ditemukan tempat penukaran uang kertas baru di pinggir jalan.
Hendaknya kita berhati-hati agar tidak tertipu dengan uang palsu dari tempat penukaran uang.
Terdapat beberapa ciri untuk membedakan antara uang asli dengan uang palsu agar tidak tertipui dengan tempat penukaran uang.
Baca Juga: Bintang Emon Nasihati Najwa Shihab: Enggak Usah Banyak Ikut Campur
Berikut ini cara membedakan uang asli dan uang palsu serta cara membedakannya seperti dikutip Bantenraya.com dari Indonesia.go.id.
Untuk menghindari menerima uang palsu sebaiknya kita perlu meluangkan waktu untuk meneliti uang yang diterima dengan cara 3D atau dilihat, diraba, dan diterawang.
Kemudian, transaksi di tempat pencahayaan yang baik serta melakukan penukaran uang di tempat yang resmi dan sebaiknya melakukan pembayaran secara nontunai.
Baca Juga: Mengenal Jenis Pesawat Milik TNI AU, Dari Negara Ini Paling Banyak
Adapun ciri-ciri keaslian uang rupiah, yaitu sebagai berikut:
A. Bahan Baku Uang Kertas Rupiah
Bahan serat kapas
Uang kertas rupiah terbuat dari kertas khusus yang berbahan serat kapas.
Baca Juga: Tarif Bus Sudiro Tungga Jaya Angkutan Lebaran 2022, Lengkap Kelas Premium dan Reguler
Benang pengaman
Terdapat benang pengaman seperti dianyam pada uang kertas rupiah pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000. Khusus untuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu.
Terdapat benang pengaman yang tertanam di kertas uang pada pecahan Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000.
Baca Juga: Imam Shalat Ngebut Mirip Valentino Rosi, Begini Tanggapan Ustadz Abdul Somad
Tanda air atau watermark
Terdapat watermark pada semua pecahan uang kertas berupa gambar pahlawan. Pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000 ada electrotype yang berupa logo BI dan ornamen tertentu yang akan terlihat jika diterawang ke arah cahaya.
B. Desain
Setiap uang kertas rupiah memiliki desain, ukuran, dan warna uang yang terlihat terang, jelas, dan spesifik/khusus sehingga secara kasatmata mudah dikenali.
Baca Juga: Mulai Marak Penukaran Uang Jelang Lebaran Idul Fitri, Begini Cara Bedakan Uang Asli dan Palsu
C. Teknik Cetak
Sebagian besar unsur pengaman pada uang kertas rupiah dibuat menggunakan teknik cetak yang dapat dikenali dengan cara Dilihat, Diraba, Diterawang (3D).
Tinta berubah warna atau colour shifting ink
Gambar perisai yang berisi logo Bank Indonesia bisa berubah warna jika melihatnya dari sudut pandang berbeda. Untuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 akan berubah warna dari merah keemasan ke warna hijau, sedangkan untuk pecahan Rp20.000 dari hijau ke ungu.
Baca Juga: Apa Itu Filter Rotoscope dan Cara Cepat Menghapus Filter Rotoscope Tiktok
Gambar tersembunyi atau multicolour latent image
Ada gambar tersembunyi multiwarna yang berupa angka, yang akan terlihat dari sudut pandang tertentu.
Pada pecahan Rp50.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 50 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan biru.
Baca Juga: Puluhan Warga Kelapa Gading Kota Serang Malam Hari Antre Vaksin Booster
Pada pecahan Rp20.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 20 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.
Pada pecahan Rp10.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 10 dengan kombinasi warna ungu, biru, dan kuning.
Pada pecahan Rp100.000, terdapat gambar bersembunyi berupa angka 100 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.
Baca Juga: Puluhan Warga Kelapa Gading Kota Serang Malam Hari Antre Vaksin Booster
Gambar tersembunyi atau latent image
Bagian depan
Terdapat gambar tersembunyi berupa tulisan BI dalam bingkai persegi panjang yang akan terlihat dari sudut pandang tertentu.
Gambar ini terlihat pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000. Untuk pecahan Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 berupa tulisan BI serta angka 5, 2 dan 1 yang terlihat dari sudut pandang tertentu.
Baca Juga: Pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub Dibuka Pekan Depan, Vaksin Booster Jadi Syarat Utama
Bagian belakang
Terdapat gambar tersembunyi berupa angka 100, 50, 20, 10 yang terlihat di sudut pandang tertentu pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000.
Teknik cetak khusus
Gambar utama, lambang negara, angka nominal, huruf terbilang dan frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA akan terasa kasar ketika diraba.
Baca Juga: Jadwal Imsak, Sholat dan Buka Bersama untuk Wilayah Kota Tangerang Selatan Sabtu 9 April 2022
Kode tuna netra atau blind code
Terdapat pasangan garis pada sisi kanan dan kiri uang yang kasar ketika diraba.
Gambar saling isi atau rectoverso
Logo BI akan terlihat utuh jika diterawang ke arah cahaya.
Baca Juga: Masih Berlaku! Promo JSM Alfamart, Harga Khusus Minyak Goreng Kemanasan 2 Liter
Kenali Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah dengan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)
1. Dilihat
Perubahan warna benang pengaman pada pecahan Rp100.000 dan Rp50.000, perisai logo BI pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, dan Rp20.000.
Menemukan angka berubah warna yang tersembunyi pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, dan gambar tersembunyi berupa tulisan BI dan angka.
Baca Juga: Jadwal Imsak, Sholat dan Buka Puasa untuk Wilayah Kota Cilegon Sabtu 9 April 2022
2. Diraba
Setelah memperhatikan uang dengan saksama, selanjutnya rabalah uang yang Anda curigai.
Anda akan merasakan ada bagian uang yang kasar, yaitu pada gambar utama, gambar lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, dan tulisan BANK INDONESIA.
Tuna netra bisa meraba kode tuna netra (blind code) di sisi kiri dan kanan untuk mengenali nilai nominal dan asli atau tidaknya uang
kertas.
3. Diterawang
Setelah memperhatikan dan merabanya, angkatlah uang dan arahkan pada cahaya. Anda bisa menemukan gambar pahlawan, gambar ornamen pada pecahan tertentu, dan logo BI yang akan terlihat utuh.
Baca Juga: Pernyataan Lengkap Yusuf Mansur Soal Sehari 1.000 Kali Naik Pesawat
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Menerima Uang Palsu atau Uang yang Diragukan Keasliannya?
Ketika menerima uang palsu, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
Tidak membelanjakan uang palsu yang diterima
Baca Juga: Pernyataan Lengkap Yusuf Mansur Soal Sehari 1.000 Kali Naik Pesawat
Menyampaikan uang palsu yang diterima kepada kantor bank terdekat untuk dimintakan klarifikasi kepada Bank Indonesia atau mengajukan permohonan klarifikasi ke kantor Bank Indonesia terdekat.
Melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan uang kepada kantor polisi terdekat.
Cara Melakukan Permintaan Klarifikasi atas Uang Rupiah yang Diragukan Keasliannya ke Bank Indonesia
Baca Juga: Pernah Sehari 1.000 Kali Naik Pesawat, Segini Kekayaan Ustadz Yusuf Mansur
Menyampaikan surat permintaan klarifikasi ke Bank Indonesia
Menyampaikan fisik uang rupiah yang diragukan keasliannya
Menandatangani berita acara serah terima fisik uang rupiah yang diragukan keasliannya
Baca Juga: Beli Rumah di Perum Bukit Taman Baru Dapat Hadiah Langsung
Menerima salinan berita acara serah terima fisik uang rupiah yang diragukan keasliannya
Lalu apa yang Harus Dilakukan jika Mendapatkan Uang Palsu dari Mesin ATM?
Laporkan penemuan uang palsu tersebut secara tertulis ke bank bersangkutan sehingga bak dapat melakukan penelusuran di internalnya.
Bank berkewajiban untuk merespons setiap pertanyaan yang diajukan oleh nasabah termasuk laporan yang disampaikan terkait temuan uang palsu di ATM.***

















