BANTENRAYA.COM – Melakukan ziarah kubur tidaklah dilarang Rasulullah SAW seperti yang disampaikan sebagian orang karena ada dalil ziarah kubur.
Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan ziarah kubur dalam sebuah Hadits dan ini menjadi dalil ziarah kubur.
Seperti apa dalil ziarah kubur sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW?
Berikut salah satu dasar anjuran ziarah kubur sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً
Kuntu nahaitukum ‘an ziarotil qubur ala fazuruha fainnahu yuriqqul qolba wa tudmi’ul ‘aina wa tudzakkirul akhirota wa la taqulu hujro.
Artinya: “Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (HR. Hakim).
Baca Juga: Tujuh Tips Agar Tubuh Tetap Prima Saat Berpuasa Ramadhan, Ini Kata dr. Saddam Ismail
Rasulullah SAW juga mencontohkan saat ziarah kubur untuk mengucapkan salam sebagaimana salam yang sering dibaca ketika melakukan ziarah kubur.
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn
Artinya: “Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian. (***)

















