BANTENRAYA,COM – CEO Toll Road Business Group Astra Infra Kris Ade Sudiyono mengatakan, kecelakaan lalu lintas di jalan tol sebagian besar disebabkan akibat human eror atau kesalahan manusia.
Kris Ade Sudiyono mengungkapkan, salah satunya karena berkendara yang tidak mematuhi aturan kecepatan yang dipersyaratkan pengelola jalan tol.
“Penyebab kecelakaan karena human eror, kelelahan berlalulintas. Upaya edukasi, kampanye, upaya untuk ajak masyarakat bertransportasi sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan,” kata Kris Ade Sudiyono dalam acara Virtual Media Gathering Persiapan Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, yang digelar Astra Infra Toll Road Tangerang Merak pada Rabu, 8 Desember 2021.
Baca Juga: Tanpa Sergio Aguero dan Memphis Depay, Berikut Prediksi dan Statistik Barcelona Lawan Elche
Selain karena faktor kelelahan pengemudi saat berkendara di jalan, kata Kris Ade Sudiyono, juga karena faktor lain, seperti ukuran jarak tempuh berkendara.
Kris mengajak, pengguna tol untuk tidak menjadikan jarak tempuh suatu tempat sebagai acuan berkendara, karena bisa menyebabkan pengemudi berkendara melebihi kecepatan yang ditentukan.
“Masyarakat jangan jadikan batas waktu sebagai acuan. Jakarta Semarang bisa ditempuh sekian jam. Waktu tempuh jangan jadi ukuran, setiap jalan tol punya kriteria, misal (kecepatan maksimal) 100 kilometer perjam, harus istirahat, (ada) belokan, ada genangan,” kata Kris.
Baca Juga: Obat Herbal untuk Cegah Ambeien, Pakai Lidah Buaya dan Minyak Zaitun Kata Dokter Zaidul Akbar
Kris juga menyatakan, kecelakaan di jalan tol juga banyak yang disebabkan karena pengemudi mengantuk.
Ia meminta kepada pengguna jalan tol agar beristirahat di tempat yang telah disediakan jika mengantuk.
“Ada masalah, kelelahan, mikro sleep (mengantuk sebentar), itu (beristirahat) kampanye yang harus kita galakkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Mobil Wanita Ini Mogok di Tol, Tak Disangka yang Dorong Artis Agus Kuncoro
Kris juga mengakui, selain karena kesalahan manusia, kecelakaan di tol juga ada yang disebabkan karena kondisi kendaraan, dan kondisi infrastruktur jalannya.
“Human error mendominasi kecelakan di jalan tol, human error, bukan infrastruktur atau kendaraan. Memang ada kondisi kendaran, jalan tol berlubang, tapi dominasi human error, over swicth, ketentuan (kecepatan) yang dipersyaratkan,” pungkasnya. ***



















