BANTENRAYA.COM – Berita duka datang dari Ketua PPP Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau akrab disapa Haji Lulung.
Haji Lulung meninggal dunia pada usia 62 tahun di RS Harapan Kita, Jakarta, Selasa 14 Desember 2021 pukul 10.51 WIB.
Sebelum kepergiannya, Haji Lulung memiliki perjalanan hidup yang penuh liku sebelum namanya kini dikenal publik.
Baca Juga: Lirik Lagu Buih Jadi Permadani Cover Nabila Maharani yang Sedang Viral di Medsos
Haji Lulung dikenal dengan sebutan penguasa Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Hal itu lantaran kediaman anggota DPR RI ini sangat dekat Pasar Tanah Abang yang menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara di daerah Petamburan, Jakarta.
Sakinh melekatnya dengan Pasar Tanah Abang, Haji Lulung sering disebut sebagai preman Pasar Tanah Abang. Namun, sebutan itu membuatnya merasa tidak senang.
Baca Juga: Potret Kerusakan Gempa Bumi NTT Magnitudo 7,4 hingga BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
Haji Lulung mengawali karier dengan perjuangan dari nol. Ia sempat menjadi tukang sampah di Pasar Tanah Abang seusai dirinya putus sekolah.
Perjalanan hidupnya makin berat pasca ditinggal selamanya oleh sang ayah.
Hal itu membuat Haji Lulung mau tak mau harus semakin mandiri dengan menghabiskan uangnya untuk belajar berwirausaha berjualan barang bekas.
Baca Juga: Jadwal Piala AFF Siaran Langsung Indonesia vs Vietnam Tanpa Diperkuat Elkan Baggott
Tak sampai di situ, Haji Lulung membantu pedagang-pedagang Tanah Abang untuk membuat surat-surat kependudukan.
Aktivitas itu terus dilakukan sampai akhirnya Haji Lulung menjadi pengelola parkir dan keamanan.
Haji Lulung juga aktif mengikuti berbagai organisasi masyarakat (ormas) hingga menjadi Ketua Umum Gerak Betawi (2001-2010).
Haji Lulung juga pernah menjadi Ketua Umum Pemuda Panca Marga (2011-2019) dan kini sedang menjabat sebagai Ketua Umum Bamus Betawi (2018-2023).
Perjuangan Haji Lulung akhirnya membuahkan hasil dengan mendirikan Koperasi Bina Tanah Abang (KOBINA) sejak tahun 1985.
Dalam beberapa kesempatan Haji Lulung mengatakan bahwa usahanya selama ini tidak ada hubungannya dengan premanisme di Pasar Tanah Abang.
Baca Juga: Aston Ekspansi ke Kota Serang, Bakal Bangun Hotel Dilengkapi Ballroom Kapasitas 1.000 Orang
“Coba tanya siapa saja di Tanah Abang, mana pernah Lulung memeras,” ucap Haji Lulung.
Setelah membentuk KOBINA, Haji Lulung membuat perusahaan-perusahaan lainnya yaitu PT Tujuh Fajar Gemilang, PT Satu Komando Nusantara, PT Putraja Parking, PT Putraja Perkasa, PT Tirta Jaya Perkasa.
“Saya mempunyai 7.000 karyawan, masa dibilang preman,” katanya.
Baca Juga: Menaker Ida Fauziyah Izinkan Karyawan Swasta untuk Cuti Nataru 2021, Berikut Persyaratannya
Dari pengusaha dan mempunyai banyak toko di Tanah Abang, Lulung mulai menjajal didunia politik.
Dikutip dari situs jakarta.go.id, kiprahnya Haji Lulung dimulai dari bergabung ke PPP.
Lulung menjadi ketua DPC PPP Jakarta Pusat dan terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014.
Baca Juga: Isu Tsunami Bertebaran, Pengelola Hotel di Anyer Curhat Penurunan Okupansi
Haji Lulung kembali terpilih menjadi anggota DKI Jakarta periode 2014-2019. Ia juga dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.
“Allah yang berikan saya jalan hingga menjadi Wakil Ketua DPRD (DKI Jakarta periode 2014-2019),” ungkapnya.
Namun pada 2017, Haji Lulung dipecat oleh partainya, karena menolak untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok di pilkada 2017.
Baca Juga: Ambil Chip Gratis 10B, Ini Kode Penukaran Higgs Domino Island 15 Desember 2021
Atas perseteruan tersebut Haji Lulung akhirnya berpaling ke Partai Amanat Nasional (PAN).
Lewat partai besutan Zulkifli Hasan, Haji Lulung pun maju sebagai calon dan terpilih menjadi anggota DPR RI di pileg 2019.
Namun, pada awal September 2021, Lulung memutuskan untuk kembali ke partai lamanya, yakni PPP setelah tiga tahun bergabung dengan PAN. ***

















