BANTENRAYA.COM – Persib Bandung akan menjalani pertandingan menghadapi Persija Jakarta dalam El Clasico Indonesia.
El Clasico Indonesia Persib Bandung vs Persija Jakarta dalam BRI Super League 2025/2026 akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 15.30 WIB.
El Clasico Indonesia pertemuan Persib Bandung dan Persija Jakarta adalah salah satu pertandingan yang cukup dinantikan oleh para supporter Indonesia.
BACA JUGA: Premier League Burnley vs Manchester United, Ujian Perdana Darren Fletcher di Turf Moor
Persib Bandung akan bertemu dengan Persija Jakarta untuk memperebutkan posisi puncak klasemen sementara yang masih diisi oleh Borneo FC.
The Jakmania Dilarang Datang ke GBLA
Para supporter tamu atau yang bisa disebut sebagai The Jakmania, Persija Jakarta dilarang untuk hadir langsung di GBLA.
Ketentuan supporter tim tamu yang dilarang hadir tersebut merujuk pada Regulasi Liga 1 2025/2026 Pasal 5 tentang Keamanan dan Kenyamanan Ayat 7, serta Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Selain itu, regulasi ini secara tegas melarang suporter tim tamu hadir di stadion demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kualitas penyelenggaraan pertandingan.
Head of Communications Persib Bandung, Adhi Pratama, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan adalah sebuah tanggung jawab bersama yang wajib untuk ditaati.
Menurutnya, keberhasilan pertandingan bukan hanya sekadar soal hasil di lapangan, tetapi juga tentang bagaimana semua pihak menjaga suasana yang aman dan saling menghormati.
“Kami berharap aturan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pelanggaran akan berujung pada sanksi tegas,” katanya dikutip dari persib.co.id pada 7 Januari 2026.
Adhi kemudian menambahkan bahwa Komite Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) saat ini sedang aktif untuk menindak langsung setiap pelanggaran yang terjadi.
Sanksi yang dijatuhkan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat merugikan klub secara keseluruhan.
Dengan adanya ketentuan dari Komdis PSSI tersebut, disiplin dan kesadaran bersama menjadi sebuah kunci untuk mewujudkan suasana yang aman dan saling menghormati.
“Demi kebaikan bersama, keamanan pertandingan, dan kemajuan klub kebanggaan masing-masing, mari kita patuhi dan tegakkan aturan yang telah disepakati. Sepakbola Indonesia akan tumbuh lebih sehat jika kita semua berperan,” tutupnya.
Dengan terwujudnya tindakan saling menghormati aturan, pertandingan besar ini diharapkan berlangsung aman, nyaman, dan menjadi contoh positif bagi ekosistem sepak bola nasional. ***


















