BANTENRAYA.COM – PT Kereta Cepat Indonesia China atau PT KCIC selaku manajemen kereta cepat Whoosh meminta kepada masyarakat yang berada di lingkungan rel kereta cepat Whoosh untuk tidak bermain layangan di dekat jalur kereta.
Terdapat beberapa lokasi yang rawan terjadi gangguan layang-layang di jalur kereta cepat Whoosh, bahkan termasuk dapat memicu kebakaran.
Dikutip Bantenraya.com dari akun instagram Kereta Cepat Whoosh @keretacepat_id, benang layangan bisa membuat kereta cepat Whoosh berhenti karena kabel listrik sangat sensitif dan bertegangan tinggi.
Baca Juga: Dimyati Natakusumah Minta Logo RSUD Labuan Diganti, Pemilik Dipersilakan Ajukan Gugatan
Terdapat 3 jenis gangguan akibat layang-layang yaitu:
1. Overhead Catenary System (OCS) atau listrik aliran atas.
2. Contract Wire OCS atau kabel listrik aliran atas.
3. Terjadinya kerusakan pantograf kereta.
Baca Juga: Ribuan Pelajar di Pontang Terima Imunisasi Serviks, Diklaim Lindungi Kaum Hawa dan Kanker
Meskipun telah diberikan peringatan, namun masih terdapat beberapa wilayah yang menjadi gangguan dari layang-layang.
Berdasarkan manajemen kereta cepat Whoosh, terdapat 9 wilayah yang memiliki kasus gangguan layangan namun dapat berdampak besar, Kabupaten Bandung memiliki kasus tertinggi.
Adapun wilayah yang masuk menjadi zona merah karena memiliki kasus yang tinggi yaitu Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.
Baca Juga: The Defects Episode 8 Full Movie: Ending Drakor Yum Jung Ah dan Won Jin Ah
Berikut 9 wilayah yang terdampak dari kasus layang-layang yaitu:
1. Kabupaten Bandung Barat memiliki 53 kasus.
2. Kota Bandung memiliki 35 kasus.
3. Kota Cimahi memiliki 23 kasus.
4. Kota Bekasi memiliki 19 kasus.
5. Kabupaten Bekasi memiliki 11 kasus.
6. Kabupaten Purwakarta memiliki 10 kasus.
7. Kabupaten Bandung memiliki 7 kasus.
8. Kota Jakarta Timur memiliki 7 kasus.
9. Kabupaten Karawang tercatat memiliki kasus terendah sebanyak 2 kasus.***
















