BANTENRAYA.COM – Eks Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk, Peter Gontha berbicara terkait nasib perusahaan pelat merah tersebut.
Saat ini kondisi keuangan maskapai penerbangan PT Garuda Indoensia TBk, sedang tidak baik.
Bahkan ia menyebut penyertaan modal negara atau PMN pun sama halnya seperti buang garam ke laut.
Baca Juga: Nelayan Pandeglang Waspada, Ada potensi Gelombang Tinggi
Dikutip Bantenraya.com dari akun Instagram miliknya di @petergontha, saat ia tengah berlibur ke Bali pada 27 Desember 2020 dirinya dituduh memperlambat atau mempersulit pencairan penyertaan modal negara pada Garuda Indonesia.
“Saya dipaksa menyetujui penarikan Rp1 triliun dari Rp7 triliun yang dijanjikan,” tulis akun @petergontha.
“Saya akhirnya tandatangan tetapi saya tahu itu sama dengan buang garam ke laut,” imbuhnya.
Baca Juga: Lakukan Adegan ‘Bobo Bareng’ dengan Pacar, Tukang Steam Mobil di Cikande Dituntut 9 Tahun Penjara
Peter Gontha mengungkapkan, dirinya telah mengatakan bahwa untuk satu-satunya cara untuk menyelamatkan Garuda Indonesia adalah dengan negosiasi.
“Sejak februari 2020 sudah saya katakan satu-satunya jalan adalah nego dengan para lessor asing yang semena-mena memberikan kredit pada Garuda selama 2021-2016,” katanya.
Akan tetapi, usulan itu tak direspons para direksi bahkan Peter Gontha mengaku memiliki bukti jejak digital.
Baca Juga: Lacak Barang Bukti, Polisi Berhasil Bongkar Kasus Pencurian di Kota Serang
“Di situpun saya dimusuhi. Saya minta berhenti bulan februari 2021 karena saya tidak ada guna saya di Garuda dan masih digaji terus dan dianggap selalu menghambat dan terlalu keras,” paparnya.
Ia mengklaim, akibat kesalahan manajemen tersebut maka kini PT Garuda Indonesia harus menanggung akibatnya.
“Sekarang kita harus tanggung kebodohan-kebodohan itu. Dan tulisan ini akan menjadikan saya tambah dibenci di kalangan ‘mereka’,” kata akun @petergontha.
“Tapi untung Ibu SMI (Sri Mulyani Indrawati-red) dan Presiden mengatakan yang sama, kasih uang PMN ke Garuda sama dengan buang garam ke laut,” ungkapnya.
“Saya menulis ini dengan tanggung jawab di saya yang sebesar-besarnya,” pungkasnya. ***

















