BANTENRAYA.COM – Muhamad Tohir, jurnalis Banten Raya, berhasil menyabet Anugerah Karya Jurnalistik Antikorupsi (AKJA) Indonesia Corruption Watch (ICW) tahun 2021 kategori Karya Liputan Mendalam Investigasi Terfavorit Banten.
Pengumuman bahwa Muhamad Tohir, jurnalis Banten Raya, berhasil menyabet AKJA ICW tahun 2021 disampaikan saat malam Penyerahan Penghargaan Karya Terbaik dan Terfavorit Jurnalis Antikorupsi Banten dan Nusa Tenggara Timur AKJA 2021 yang digelar di Studio CGV FX Sudirman, Jakarta, Jumat 22 Oktober 2021.
Muhamad Tohir dengan karya jurnalistik investigasi berjudul “Berlapis Masalah Bantuan Madrasah” menyingkirkan dua naskah yang dibuat Fahmi Sa’i, koleganya di Radar Banten.
Baca Juga: Nasib Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 Saat Ini
Fahmi sendiri masuk nominasi dengan dua karya jurnalistiknya yang berjudul “Uang Mengalir ke Mantan Kadishub: Dugaan Korupsi Internet Desa Rp3,5 Miliar” dan “Mantan Sekretaris Dindik Banten Ditahan: Tersangkut Kasus FS SMA SMKN di Banten”.
Adapun pemenang AKJA 2021 kategori Karya Liputan Mendalam Investigasi Terfavorit Nusa Tenggara Timur (NTT) diraih oleh Klub Jurnalis Investigasi (KJI) NTT dengan karya jurnalistik berjudul “Liputan Investigasi Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam di Kupang”.
Liputan ini dilakukan oleh Lidya Radjah, Polce Siga, Gerry Rudolf, dan Tarsi Salmon.
Baca Juga: Serbu! Google Buka 25 Lowongan Pekerjaan di Jakarta
Naskah tentang dugaan korupsi seragam sekolah ini mengalahkan naskah kolega sesama KJI NTT berjudul “Liputan Investigasi Dugaan Korupsi Pengadaan Internet Desa” yang ditulis Yohanes Seo, Mutiara Malehere, Simron Y Sunu, Imran Liarian, dan Gemi.
Juga mengalahkan naskah “Sengkarut Bantuan JPS Covid-19 di Matim: Diduga Ada Modus Korupsi” karya Ambrosius Adir, wartawan Floresa.co.
Adapun penghargaan AKJA 2021 kategori Karya Liputan Mendalam Investigasi Terbaik diraih Khaerul Anwar dari IDN Times.
Baca Juga: Viral, Video Penumpang Kereta Meludahi Petugas Gara Gara Ditegur Soal Masker
Naskah yang dibuat Anwar berjudul “Sengkarut Penyaluran Bantuan Operasional Madrasah di Banten” mengalahkan naskah “Liputan Investigasi Dugaan Korupsi Pengadaan Seragam di Kupang” oleh KJI NTT.
Juga mengalahkan naskah “Liputan Investigasi Dugaan Korupsi Pengadaan Internet Desa” oleh KJI NTT.
Dikutip Bantenraya.com dari YouTube @Sahabat ICW, dalam sambutannya, Muhamad Tohir mengaku tidak menyangka akan mendapatkan juara AKJA ICW 2021. Selama menjadi mahsiswa dia mengaku hanya bisa mengagumi liputan-liputan investigasi Tempo tanpa pernah bisa melakukannya.
Baca Juga: Lanjutan Liga 1 Pekan 8: PSM Tumbang, Persib, Persija dan Persita Raih Tiga Poin
Namun sejak bergabung dengan KJI Banten dia bisa melakukan liputan investigasi soal bantuan operasional madrasah di Banten.
“Karena liputan ini adalah kerja kolaborasi temen-temen KJI Banten, maka ini bukan kemenangan saya tapi kemenangan KJI Banten,” kata Tohir. ***


















