BANTENRAYA.COM – Jembatan Khozin di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, ditutup.
Penutupan Jembatan Khozin lantaran ada seutas kabel yang menjuntai yang hampir turun ke jalan.
Imbas penutupan Jembatan Khozin, tak sedikit pengendara dan pengemudi mobil bingung saat hendak belok kanan menuju Jalan Khozin.
Baca Juga: WOW! Modal Awal Dana Kampanye Paslon Gubernur No Urut 1 dan 2 Hanya Rp1 Juta
Pantauan Bantenraya.com di lokasi, Minggu 29 September 2024, jembatan Khozin ditutup menggunakan pembatas jalan warna merah dan pot tanaman.
Itu dilakukan agar kendaraan tidak melewati jembatan Khozin. Kendaraan baik roda dua maupun mobil dialihkan ke Jalan Khozin.
Salah seorang warga Bhayangkara Agus mengatakan, penutupan jembatan Khozin dilakukan sejak beberapa hari lalu.
Baca Juga: Daftar Laporan Dana Kampanye 3 Paslon Pilkada Lebak, Terbesar Rp50 Juta Terkecil Rp5 Juta
“Sudah ada empat harian,” ujar Agus, kepada Banten Raya, Minggu 29 September 2024.
Ia menjelaskan, penutupan jembatan Khozin dilakukan karena ada seutas kabel yang menjuntai ke bawah.
“Itu ditutup sama warga. Jadi kabelnya melintang belum dibetulin. Nyangkut. Bahaya,” jelas dia.
Agus mengaku tidak mengetahui kabel yang menjuntai ke bawah hingga menghalangi jembatan.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Pembunuh Aqila Harusnya Dijerat Pasal Berlapis, 3 Pasal Bisa Seret Kelima Pelaku
“Mungkin kabel Telkom. Udah berhari-hari nggak dibetulin, jadi banyak orang lewat hanya nonton aja apalagi pihak terkait kayanya nggak ada respon,” katanya.
Menurut dia, harusnya dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan atau Dishub Kota Serang gerak cepat menangani permasalahan tersebut, sehingga tidak menghambat arus transportasi.
“Yang berhubungan dengan pemasangan itu dishub mungkin. Kan jalurnya terhambat ada kabel. Membahayakan pengguna jalan,” tuturnya.
Baca Juga: Spoiler dan Link Nonton Love Next Door Episode 14 Sub Indo: Seok Ryu Tolak Lamaran Seung Hyo?
“Yang pasti warga merasa terganggu berkali-kali seperti itu karena memang satu kesadaran masyarakat yang kurang, ditambah memang itu aksesnya memang ya jalur untuk gampang orang melangkah melanggar,” imbuhnya.
“Jangankan masyarakat anggota aja banyak yang mencontohkan nggak bagus,” terang Agus.
Salah seorang pengendara sepeda motor Herlin mengaku terganggu dengan ditutupnya jembatan Khozin, karena menghambat laju kendaraan.
“Iya keganggu aja. Harusnya langsung belok kiri, jadi lewat Jalan Khozin. Mudah-mudahan dinas terkait cepat mencari solusinya supaya arus transportasi bisa kembali normal,” harap Herlin. ***


















