BANTENRAYA.COM – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mengklaim jika selama panen raya di Agustus 2024 kemarin hasil panen di Banten tidak ada yang mengalami puso.
Hal itu dikarenakan antisipasi yang telah dilakukan oleh Distan Provinsi Banten melalui kegiatan irigasi perpompaan (irpom) dan program pompanisasi.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, dampak dari adanya program pompanisasi dan irpom tersebut membuat Provinsi Banten menduduki posisi kedua tertinggi angka kenaikan nilai tukar petani (NTP) per Agustus 2024.
Baca Juga: Serunya Kamping di Curug Walet Padarincang, Suasana Sejuk dan Minim Pengunjung
“Untuk pompanisasi ini kita hebat, karena sekarang kita untuk angka nilai tukar petani Banten kenaikannya tertinggi kedua di nasional setelah Gorontalo,” ujarnya
“Berdasarkan data dari Berita Resmi Statistik BPS, NTP kita diangka 119,85 atau naik 0,20 persen dibanding NTP bulan sebelumnya,” kata Agus kepada wartawan, Minggu 8 September 2024.
Agus menjelaskan, naiknya angka NTP tersebut membuktikan jika program pompanisasi yang selama ini dilakukan berdampak positif dan efektif untuk dilakukan.
Karena, para petani tidak lagi mengalami kendali seperti kesulitan air untuk membasahi ladang pertanian mereka.
Baca Juga: Lulusan SMA BIsa Daftar! Info Loker Harita Nickel Grup Terbaru 2024, Siap di Tempatkan di Jakarta
“NTP ini kan ukuran kesejahteraan petani, artinya dengan yang dikeluarkan dan di bulan Agustus Banten kehebatannya kita tidak ada yang puso kalau panen,” ungkapnya.
“Ini menandakan bahwa program irpom dan pompanisasi itu betul-betul efektif terjadi,” jelasnya.
“Selain itu, kegagalan panen akibat serangan hama WBC pada bulan Agustus juga dapat diantisipasi dengan adanya program pompanisasi tersebut,” sambungnya.
Agus menerangkan, saat ini sudah ada dua ribu lebih unit pompa dan irpom yang terpasang di tiga wilayah di Provinsi Banten. Ketiga wilayah tersebut adalah Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang.
Baca Juga: Seminar Sehari Sosialisasi P4GN: Mewujudkan Generasi Emas, Generasi Sehat Tanpa Narkoba
“Kalau irpom itu sudah ada 338 unit yang terpasang, dan pompa ada 1700 unit yang sudah terpasang. Di tiga wilayah tadi, Serang, Lebak, dan Pandeglang,” tuturnya.
“Dan nanti Insya Allah akan ada penambahan lagi bantuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
Diketahui, Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pompanisasi merupakan solusi cepat dalam memperluas areal tanam (PAT) di saat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia.
Baca Juga: Salurkan Hobi Bernyanyi Lewat Live TikTok, Warga Serang Ini Disawer Ratusan Ribu
Lewat program tersebut, Mentan yakin Indonesia mampu meningkatkan produksi secara maksimal.
Sehingga, pihaknya menginstruksiksn agar pemerintah daerah bisa menggalakan program tersebut.
“Pompanisasi sudah kita distribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun,” ujarnya.
“Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dinia,” kata Andi. (mg-rafi) ***



















