BANTENRAYA.COM – Stunting merupakan salah satu penyakit yang bisa terjadi pada anak usia dini.
Stunting juga dapat dikenali dengan yang ditandai tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
Selain itu, penyakit stunting juga digunakan untuk sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak.
Baca Juga: Lebih Utama Menjadi Orang Kaya Tapi Bersyukur Atau Miskin Tapi Bersabar?
Secara umum, penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
Stunting menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Hal ini dapat ditandai dengan panjang atau tinggi badan pada anak yang berada di bawah standar. Ini penting bagi ibu hamil (bumnil) untuk dapat mengenali dan memahami stunting.
Baca Juga: Vonis Bebas Dijatuhkan untuk Gus Samsudin Atas Kasus Dugaan Aliran Sesat, Tuai Pro Kontra Warganet
Karena mereka juga akan mempersiapkan tumbuh kembang pada anak dari Bayi hingga dewasa.
Berikut ini Banten Raya akan bagikan informasi seputar penyebab utama pada stunting.
Dikutip Bantenraya.com dari Instagram @pemprov.banten, berikut adalah 2 penyebab utama terjadinya stunting pada anak.
1. Kurangnya Nutrisi pada Ibu Hamil
– WHO (World Health Organisation) menyatakan ada sekitar 20 persen kasus Stunting.
– Kasus Stunting ini terjadi pada anak sejak berada dalam kandungan.
– Kondisi ini dapat terjadi dari makanan yang dikonsumsi pada ibu hamil.
– Selama masa kehamilan tersebut bayi dalam kandungan kurang mendapatkan gizi yang cukup.
– Pada masa kehamilan tersebut, janin yang ada dalam kandungan tidak mendapatkan cukup nutrisi hingga akhirnya setelah lahir akan terkena kasus stunting.
2. Anak kekurangan nutrisi selama masa pertumbuhan
– Anak yang berusia di bawah dua tahun yang kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anak tersebut stunting.
Baca Juga: RKUD Pindah, Gaji ASN Pemkot Serang Dibayar Lewat ke Bank Banten per September 2024
– Asupan yang dibutuhkan pada anak usia tersebut harus terpenuhi agar tidak terkena kasus ini.
– Asypan yang perlu dipenuhi meluputi ASI (Air Susu Ibu) kslusif dan MPASI (Makanan Pendamping ASI).
3. Faktor lain
– Kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya pemenuhan gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan.
Baca Juga: 5.000 Pencaker di Kabupaten Serang Berebut 3.000 Kursi Lowongan Kerja
– Kurangnya ketersediaan air bersih dan sanitasi
– Berat badan ibu tidak naik selama hamil atau kenaikan berat badan ibu kurang dari nilai ideal.
– Terbatasnya akses pelayanan kesehatan
– Anak menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi.
Itulah informasi yang penting bagi ibu hamil agar tidak terjadi kasus stunting pada anak. ***















