BANTENRAYA.COM – Batalnya proses uji coba transportasi massal bus Trans Banten menuai kritikan dari DPRD Banten
Pasalnya, transportasi massal Trans Banten yang digadang-gadang akan diujicobakan pada Juni 2024 lalu, harus batal karena menunggu kehadiran investor.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten Juheni M Rois mengatakan, Pemprov Banten tidak merencanakan secara matang terkait rencana uji coba Trans Banten tersebut.
Baca Juga: Serahkan RKUD, Bank Banten Klaim Bisa Percepat Pemenuhan Kebutuhan Pemda
Karena, kata dia, jika secara kesiapan anggaran dan fasilitas pendukungnya sudah memadai, seharusnya hal itu sudah bisa untuk dioperasikan.
“Kalau kami di Komisi IV terus terang belum ada pembahasan mengenai itu ya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 30 Juli 2024.
“Tapi kalau memang secara persiapannya sudah memungkinkan untuk dijalankan, mengapa harus dibatalkan? Saya kira Pemprov Banten perlu mengkaji lebih lanjut mengenai hal tersebut,” katanya.
Baca Juga: Tak Bisa Lagi Sekedar Sebat, Pemerintah Kini Resmi Larang Penjualan Rokok Eceran
Juheni menjelaskan, keberadaan transportasi massal seperti Bus Trans Banten dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Pasalnya, belum ada transportasi umum dengan trayek yang melintasi sepanjang jalan Syeikh Nawawi Al-Bantani sampai ke Sindangsari, Pabuaran, Kabupaten Serang.
“Rute uji cobanya kan sudah jelas, melewati sepanjang jalan Syeikh Nawawi Al-Bantani itu, dan itu kan belum ada transportasi umum yang lewat ke situ,” ungkapnya.
Baca Juga: Serendipity Embrace Episode 4 Sub Indo: Link Nonton Full Movie Beserta Spoiler Bukan Bilibili
“Kalaupun ada, intensitasnya tidak sering. Jadi keberadaan Trans Banten itu saya kira sangat dibutuhkan masyarakat, meskipun hanya sebatas uji coba dulu,” jelasnya.
Juheni juga menilai, dengan batalnya proses uji coba bus Trans Banten tersebut, pihaknya meminta agar Pemprov Banten dapat mengkajinya secara lebih serius dan terukur.
Karena, kata dia, dengan perencanaan yang matang dan kajian yang serius, maka seharusnya proses uji coba tersebut tidak akan terhambat pelaksanaannya.
“Tanggapan saya ya berarti Pemprov belum mengkajinya secara matang kalau sampai saat ini tidak bisa direalisasikan,” ucapnya.
“Seharusnya kan kalau secara perencanaannya sudah matang, sudah dikaji secara baik, terlebih fasilitas pendukungnya juga sudah memadai, harusnya tidak perlu ada alasan harus menunggu pihak ketiga,” katanya.
“Berarti kan kalau sekarang tidak bisa direalisasikan, secara perencanaannya berarti tidak matang. Kalau matang (perencanaannya,-red), kan bisa langsung eksekusi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtupo menjelaskan, alasan pihaknya belum dapat mengoperasikan bus Trans Banten tersebut.
Pasalnya pihaknya karena masih menunggu adanya investor yang mau bekerja sama untuk mengoperasikan transportasi massal tersebut.
Baca Juga: GRATIS! Kumpulan Kode Redeem ML Adventure 31 Juli 2024, Dapat Diamond dan Kartu Kuning
“Jadi Pak Gubernur menitipkan bahwa itu hanya di pakai untuk keadaan yang emergency (darurat-red). Kalau itu dikeluarkan (dioperasikan untuk Bus Trans Banten-red) tiba-tiba ada emergency, gimana?,” kata Tri.
“Makanya sesuai arahan pak Gubernur kita sedang menunggu investor yang mau kerja sama bareng kita,” tambahnya.
Tri juga menjelaskan, saat ini pihaknya terus berupaya untuk bisa merealisasikan uji coba bus Trans Banten tersebut dengan mencari dan berkomunikasi bersama pihak swasta.
“Saya sudah sempat komunikasikan ke Damri dan pengusaha lain. Cuman untuk sekarang belum ada yang menyanggupi,” pungkasnya.
Baca Juga: Dapat Izin Kelola Batu Bara, Muhammadiyah Kota Serang Jamin Warga Tetap Kondusif
Sebagai informasi, sebelumnya Pemprov Banten merencanakan untuk melakukan uji coba operasional transportasi massal yakni Bus Rapid Trans atau BRT Trans Banten pada pada bulan Juni 2024 lalu.
Rencananya, proses uji coba tersebut akan dilakukan selama enam bulan hingga akhir tahun 2024 dengan rute mulai dari Terminal Pakupatan sampai dengan Universitas Tirtayasa Kampus Sindangsari.
Dalam rangka uji coba tersebut, Pemprov Banten melalui Dinas Perhubungan Provinsi Banten telah menganggarkan dana sebesar Rp 1 milliar yang akan digunakan untuk biaya operasinal seperti perawatan dua bus beroperasi, pembelian BBM, honor supir, dan lainnya.
Namun, hingga akhir bulan Juli 2024 ini, belum ada tanda-tanda mulai proses uji berlangsung. (mg-rafi) ***



















