BANTENRAYA.COM – Sopir truk yang terlibat dalam kecelakaan beruntun akhirnya memberikan pernyataan resmi dan menyatakan kesiapannya untuk mengganti rugi.
Seperti yang telah diketahui, kecelakaan itu diduga disebabkan oleh tingkah laku ugal-ugalan sopir truk tersebut.
Insiden tersebut menyebabkan sopir truk harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka ringan.
Baca Juga: Belanja Rp 100 Ribu, Seorang Pria di Pandeglang Dapat Cuan Rp 10 Juta dari Alfamidi
Kecelakaan beruntun terjadi pada Rabu, 27 Maret 2024, melibatkan 5 mobil di pintu Tol Halim Utama, Jakarta Timur.
Truk berwarna merah yang dikemudikan oleh seorang remaja berusia 18 tahun menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan tersebut di pintu tol menuju Jakarta dari arah Bekasi.
Truk Isuzu dengan plat nomor BG B420 VB yang membawa mebel diduga berkendara dengan ugal-ugalan hingga menabrak antrian kendaraan di pintu Tol Halim Utama.
Remaja tersebut mengakui bahwa ia kesal dan mengejar seseorang yang diduga mencopot tali gas truknya.
Kejadian itu terjadi saat ia hendak makan di sebuah warung namun kehabisan uang.
Dia mengaku tidak mampu memasang kembali tali gas yang sudah dicopot, sehingga nekat mengendarai truknya lagi.
“Saya di pom itu dikerjai sama orang, tali gas saya dicopot. Begitu saya pasang tali gas, gasnya tidak bisa diatur lagi, saya tidak tahu mengapa,” ucap sopir truk tersebut seperti yang dilaporkan oleh Bantenraya.com dari akun Twitter @Pai_C1 pada tanggal 28 Maret 2024.
“Saya tidak bisa tidak kuat mengangkatnya lagi. Yang penting bisa mendapat gas, itu saja menurut saya. Saya ingin mencari orang itu,” tambahnya.
Meskipun mengetahui bahwa tali gasnya telah dicopot, remaja 18 tahun tersebut tetap mengendarai truknya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar orang yang diduga mencopot tali gasnya.
Baca Juga: Alamat Paket Fiktif, BNN Banten Bongkar Penyelundupan Narkoba Melalui Jasa Pengiriman
Namun, naasnya, ia akhirnya menabrak mobil di depannya yang sedang berada di lajur kiri karena merasa kesal.
“Remnya berfungsi, tapi saya menabrak mobil di tol tadi. Saya menyerempet mobil karena saya merasa kesal,” ungkap sang sopir truk.
Akibat kejadian tersebut, sopir truk tersebut menyatakan siap bertanggung jawab kepada para korban yang terkena dampak akibat tindakannya tersebut.
Selain itu, dengan tegas, ia menyatakan niatnya untuk mengganti semua mobil yang rusak akibat kecelakaan beruntun tersebut.
“Saya siap bertanggung jawab. Saya akan membeli semua mobil tersebut,” jelas sang sopir truk.***



















