BANTENRAYA.COM – Skema bisnis franchise pada bidang food and beverage (F and B), menjadi salah satu investasi bisnis yang menjanjikan untuk dilakukan bagi para pembisnis.
Termasuk bisnis franchise brand kopishop Tomoro Coffee yang sedang gencar melakukan pengembangan bisnis.
Area Manager Tomoro Coffee Banten Burnam mengatakan, untuk dana investasi awal yang perlu disiapkan pembisnis supaya bisa membuka franchise yakni sebesar Rp488 juta.
Baca Juga: 5 Tips Berolahraga Saat Bulan Puasa Ramadhan 2024, Badan Tetap Fit dan Bugar Anti Ngantukan
“Kita hanya memiliki satu program franchise saat ini, yaitu Rp488 juta untuk bisa mendapatkan satu outlet Tomoro Coffee,” katanya kepada Bantenraya,com di Gerai Tomoro Coffee Serang, Minggu 25 Februari 2024.
Burnam melanjutkan, dengan harga tersebut pembisnis akan mendapatkan perlengkapan Tomoro Coffee berupa mesik kopi, oven, pantry case, TV, dan tab.
“Jadi yang perlu disiapkan oleh mitra kita diluar yang kami berikan yaitu interior design, AC, bar, kursi dan meja di tanggung mitra langsung,” ujarnya.
“Kalau total dana persiapan untuk buka itu sekitar Rp1 miliar, kami juga siapkan penambahan additional nya,” paparnya.
Namun, mitra tidak perlu khawatir estimasi break even point (BEP) atau tingkat kembalinya modal hanya sekitar tiga sampai enam bulan, tergantung jumlah cup yang terjual.
“Untuk BEP tergantung jumlah cup yang terjual, contohnya penjualan di 600 cup setiap hari, maka BEP diperkirakan sudah bisa didapatkan selama empat smapai bulan sudah bisa balik modal,” terangnya.
Tomoro Coffee juga memberikan promo lain untuk mitra yang berminat melakukan franchise pada bulan Februari.
Diantaranya gratis biaya survei hingga royalti selama tiga tahun dengan biaya Rp25 juta per tahun.
“Promo gratis tiga tahun management dengan estimasi setahun 25 juta untuk royalti, ada diskon untuk ever size mesin kopi sebesar Rp20 juta, gratis training tiga barista, gratis biaya survei sebesar Rp2 juta,” tuturnya.
Baca Juga: Sering Didatangi Remaja, Penjual Ayam di Kabupaten Serang Nyambi Jual Obat Terlarang
Untuk suplai bahan baku, Tomoro memastikan semua mitra mendapatkan material yang sama. Apabila stok mulai habis, mitra bisa melakukan pembelian melalui aplikasi khusus.
“Sejak tahun 2022, saat ini mitra kita sudah ada sebanyak 47 outlet se Indonesia,” ungkapnya.
“Saya melihat bisnisn kopi ini masih sangat prospektif dibandingkan dengan restoran karena kopishop ini tidak mengenal waktu juga,” kata Burnam. (Raden) ***


















