BANTENRAYA.COM – Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan berencana membereskan persoalan status kepegawaian guru honorer.
Menurut Anies Baswedan persoalan status kepegawaian harus dibereskan, agar guru honorer bisa fokus mengajar.
Rencana membereskan persoalan status kepegawaian guru honorer ini diungkapkan Anies Baswedan dalam acara diskusi dan kalibrasi suara mahasiswa Jateng-DIY yang digelar di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Minggu 24 Desember 2023.
Anies Baswedan mengatakan, masih banyak sekali guru yang tidak memiliki status kepegawaian yang tidak menyenangkan atau disebut dengan guru honorer.
“Dan ini salah satu rencana kita. Membereskan agar persoalan guru honorer bisa diselesaikan,” ujar Anies Baswedan, dalam sambutannya.
Anies Baswedan menjelaskan, persoalan status kepegawaian harus dibereskan, agar guru honorer tidak harus membagi pikiran antara mengajar dan mencari penghidupan.
“Persoalan guru honorer ini harus dibereskan, supaya mereka mereka bisa fokus,” jelas dia.
Anies Baswedan menuturkan, salah satu kunci membereskan persoalan status kepegawaian guru honorer dengan cara meningkatkan kualitas kepala sekolah dan kualitas guru.
Menurut Anies Baswedan, kualitas kepala sekolah akan menentukan kualitas sebuah sekolah.
Baca Juga: Taklukan The Blues, Wolves Kian Dekati Chelsea di Papan Klasemen
Serupa seperti perusahaan, kepemimpinan CEO itu mewarnai kinerja CEO-nya. Begitu pula kepemimpinan organisasi sangat ditentukan kualitas ketuanya.
“Begitu juga dengan sekolah kepemimpinan kepala sekolah ditingkatkan, kualitas guru ditingkatkan. Nah ini yang harus difokuskan. Nah ini rencana kami kerjakan,” tuturnya.
Anies Baswedan menyebutkan, dunia pendidikan Indonesia seringkali fokusnya pada mengganti kurikulum dan mengganti buku.
“Ini buat yang pada sekolah, pada kuliah, suka mata pelajaran karena bukunya atau karena gurunya? Gurunya hampir selalu gurunya,” tuturnya.
“Dan guru itulah yang membuat kita menyukai pelajaran, karena itu konsentrasi pada peningkatan kualitas guru, sehingga guru-guru kita bisa mengajar lebih baik,” terang Anies Baswedan.
“Bila bukunya diganti-ganti terus itu menarik secara proyek, tapi tidak berdampak besar pada peningkatan kualitas pendidikan kita. Jadi jangan habiskan energi di situ,” imbuhnya. ***


















