BANTENRAYA.COM – Jenderal (Purn) Abdul Haris Nasution atau dikenal dengan nama Jenderal AH Nasution lahir pada 3 Desember 1918 di Desa Hutapungkut, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dari pasangan Abdul Halim Nasution dan Zahra Lubis.
Jenderal AH Nasution wafat pada 6 September 2000 dengan berbagai penghargaan yang sudah diraih dari dalam negeri dan luar negeri.
Termasuk anugerah Jenderal Besar TNI dan Pahlawan Nasional dari Pemeribtah Republik Indonesia (RI) sudah diraih Jenderal AH Nasution.
Baca Juga: Naik dari Medan, Penumpang Bus ALS Meninggal di Merak
Merujuk catatan Pusat Sejarah TNI, Biografi Pahlawan Nasional Dari Lingkungan TNI, sederet penghargaan telah diraih Jenderal AH Nasution.
Mulai dari gelar akademik Doktor Honoris Causa diterimanya dari Universitas Pajajaran, Universitas Islam Sumatera Utara. dari Philipina ia mendapat gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Politik Ketatanegaraan.
Sementara bintang dan tanda kehormatan dari Negara Republik Indonesia itu, antara lain Bintang Republik Indonesia Klas III dan II, Bintang Maha Putera Klas II.
Baca Juga: Dua Calon Kades di Kabupaten Serang Meninggal Dunia
Selanjutnya ada tanda kehormatan Bintang Sakti, Bintang Darma, Bintang Gerilya, Bintang Sewindu, Satyalencana Kesetiaan, Satyalencana Jasa-Darma Angkatan Laut, Satyalencana Aksi Militer I, Satyalencana Aksi Militer II.
Satyalencana Gerakan Operasi Militer I, Satyalencana Gerakan Operasi Militer II, Satyalencana Gerakan Operasi Militer III, Satyalencana Gerakan Operasi Militer IV, Satyalencana Kemerdekaan, Satyalencana Satya Darma.
Satyalencana Dharma Pembebasan irian Barat, Satyalencana Dharma Dwikora, dan Satyalencana Penegak atau Operasi Penumpasan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia.
Baca Juga: Sempat Dirawat di ICU Akibat Covid-19, Putra Bungsu Bupati Serang Meninggal Dunia
Sedangkan bintang tanda kehormatan dari negara asing, antara lain Bintang Gajah Putih dari Kerajaan Muangthai, Bintang Bendera Yugoslavia Klas I, Bintang Republik tertinggi dari Republik Persatuan Arab (RPA) (Grand Gordon of the Order of the U.A.R).
Bintang Militer Klas I Yugolasvia, Bintang Kehormatan dari Presiden Philipina (1963), Bintang Jasa dari Republik Federasi Jerman (1963).
Bintang Datu Sikatema dari Philipina (1967), Bintang Tertinggi Trimurti dari Ethiopia (1968), dan Grootkruis Oranye Nassau dari Negeri Belanda.
Baca Juga: Setop Truk Ramai-ramai di JLS, Seorang Remaja Tewas Terlindas
Selain itu, dari berbagai kesatuan dan Lembaga Pendidikan, ia memperoleh lencana-lencana kehormatan, baik dari dalam maupun luar negeri, seperti Korps Kapal Selam Angkatan Laut Republik Indonesia.
Kemudian juga, Korps Kapal Selam Amerika Serikat, Korps Kapal Selam Uni Soviet, Sekolah Artileri dan Missile di Amerika, Frunze Akademi Uni Soviet.
Divisi I Jerman, Korps Berlapis Baja Jerman, Akademi Angkatan Udara Republik Persatuan Arab (Mesir-Suriah), Korps Kavaleri TNI-Angkatan Darat.
Baca Juga: Dua Hakim PN Serang Meninggal Setelah Terinfeksi Covid-19
Tidak hanya itu, Pemerintah Indonesia juga menganugerahi pangkat kehormatan Jenderal Besar TNI kepada Jenderal A H Nasution.
Hal itu sesuai dengan jasa-jasanya yang luar biasa. AH Nasution tidak saja terkenal sebagai ahli pikir di bidang militer, tetapi juga pemimpin militer dan bangsa yang sangat berjasa.
Penganugerahan pangkat Jenderal Besar TNI kehormatan kepada Abdul Haris Nasution dituangkan dalam Keppres No.46/ABRI/1997, tanggal 30 September 1997.
Tiga tahun setelah mendapatkan anugerah Jenderal Besar TNI, AH Nasution wafat karena sakit. Setelah dua tahun wafat, Pemerintah RI juga menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk Jenderal AH Nasution melalui Surat Keputusan Presiden No.073/TK/Tahun 2002, tanggal 6 November 2002. ***



















