BANTENRAYA.COM – Pj Gubernur Banten Al muktabar menilai data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pengangguran di Banten anomali atau tidak normal.
Karena itu sang Pj Gubernur Banten menyatakan ingin memperdebatkan tentang data angka pengangguran di Banten tersebut.
“Selalu ingin saya debatkan tentang pengangguran ini,” kata Pj Guberur Banten Al Muktabar saat membuka acara Media Gathering 2023 di Baros, Kabupaten Serang, Jumat, 17 November 2023.
Baca Juga: JANGAN DIAM SAJA! DPRD Kota Cilegon Minta Pemkot Serius Tangani Bangunan Liar yang Sudah Bertebaran
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh BPS Provinsi Banten, angka pengangguran di Banten pada November 2023 adalah pengangguran dengan jumlah terbanyak se-indonesia.
Data ini tidak beranjak dari data yang sebelumnya pernah dikeluarkan oleh BPS Provinsi Banten tentang jumlah pengangguran.
Pada Februari 2023 sebelumnya BPS Provinsi Banten juga merilis data jumlah pengangguran di Banten merupakan yang tertinggi se-indonesia.
Baca Juga: Fakta Menarik Seses Rapunzel, Artis Tiktok Cantik yang Bikin Kaum Adam Betah Lihat Fotonya
Al Muktabar mengatakan bahwa anomali pada data pengangguran menurutnya tidak normal karena tidak sejalan dengan data kemiskinan di Provinsi Banten.
Sebab berdasarkan data BPS bahwa Angka kemiskinan di Provinsi Banten turun. Umumnya atau normalnya ketika angka kemiskinan turun maka angka pengangguran juga turun.
Namun yang terjadi angka kemiskinan Provinsi Banten di bawah dasar-dasar nasional namun angka penganggurannya berada di atas rata-rata nasional.
Data itulah yang dianggap oleh Al Muktabar anomali atau tidak normal.
Meski demikian Al Muktabar mengungkapkan ada sejumlah penyebab mengapa pengangguran di Provinsi Banten menjadi yang tertinggi.
Salah satunya adalah karena Provinsi Banten menjadi daerah bagi masyarakat di Indonesia untuk mencari pekerjaan.
Karena itu bisa jadi mereka yang bekerja di Banten bukan merupakan warga Provinsi Banten melainkan berasal dari luar Banten. ***



















