BANTENRAYA.CO.ID – Erick Thohir disebut sebagai kartu kemenangan bagi Prabowo Subianto jika digandeng menjadi calon wakil presiden dalam Pilpres 2024.
Erick Thohir yang kini menjadi Menteri BUMN dan Ketua PSSI diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini bergabung dalam koalisi Prabowo Subianto.
Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto mengatakan bahwa pihaknya mengusung Erick Thohir untuk berpasangan dengan Prabowo Subianto karena hasil survei Erick yang tinggi.
“PAN sangat objektif mengusulkan ET (Erick Thohir) itu,” kata Yandri di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin lalu dikutip Minggu (3/9/2023).
Baca Juga: Usai Konser BLACKPINK, Erick Thohir Akan Larang Acara Apapun di GBK Sampai Piala Dunia U20
Yandri mengatakan bahwa Prabowo harus memiliki sosok wakil presiden yang tepat untuk meraih kemenangan mutlak.
“Karena peluang untuk menang (Pilpres 2024) Pak Prabowo dengan survei Pak Prabowo yang tinggi, Pak Erick tinggi, kemudian masih muda, energik, punya prestasi, saya kira tepat kalau nanti Pak Prabowo ambil ET (Erick Thohir),” kata Yandri.
Yandri mengatakan dalam beberapa waktu belakangan ini, hasil survei Erick Thohir menunjukkan peningkatan elektabilitas sebagai calon wakil presiden (cawapres). Dengan demikian, ia menyebutkan, sikap PAN mengusulkan Erick bukan hal subjektif.
Baca Juga: TRACtoGo, Aplikasi Rental Mobil yang Bikin Nonton Konser Jadi Lebih Meriah
Nama Erick menempati posisi pertama sebagai cawapres pilihan publik menurut survei Indikator Politik yang digelar 20-24 Juni. Elektabilitasnya tercatat sebesar 22,9%.
Sementara Lembaga Survei Indonesia (LSI) pun merekam hal yang sama dalam survei pada 1-8 Juli. Dalam simulasi 24 nama cawapres, Erick ada di posisi teratas dengan elektabilitas 14,3%.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, berpotensi jadi bakal cawapres untuk pendamping Prabowo Subianto.
Airlangga mengatakan, opsi itu bergantung pada dinamika yang akan terjadi. Menurutnya, saat ini adalah babak terakhir penentuan kandidat pilpres. Airlangga mengaku belum ada keputusan spesifik tentang cawapres pendamping Prabowo.
“Ya, ini, kan, the last chapter masih ada beberapa perkembangan. Kita lihat perkembangan selanjutnya,” kata Airlangga. ***



















