BANTENRAYA.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak berencana menjalankan program pengelolaan dan pengembangan Sistem Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan kawasan perdesaan.
Anggaran miliaran rupiah, baik dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hingga Dana Alokasi Khusus (DAK) disiapkan.
Sekretaris DPUPR Kabupaten Lebak, Syarifudin menyampaikan bahwa pembangunan SPAM jaringan perpipaan kawasan perdesaan tersebut merupakan langkah awal untuk menyediakan air bersih di Kabupaten Lebak.
Baca Juga: Bakul Nasi ke XIII Honda Vario Club Indonesia di Pandeglang Pererat Silaturahmi dan Solidaritas
“Pembangunan SPAM ini anggarannya ada yang dari APBD hingga DAK,” kata Syarifudin pada Senin, 11 Agustus 2025.
Adapun pembangunan SPAM yang didanai dari APBD terdiri dari beberapa item. Syarifudin menjelaskan bahwa yang pertama ialah pembangunan SPAM Jaringan Perpipaan di kawasan perdesaan di 2 lokasi.
Yakni di Desa Maraya, Kecamatan Sajira dan Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari dengan total 200 sambungan rumah dengan total anggaran Rp1.068.020.000.
Baca Juga: Jadi Aset Berharga, Kejati Banten Serahkan Kerangka Badak Jawa ke TNUK untuk Pelestarian
Berikutnya ialah pembangunan hidrant umum di 5 lokasi. Syarifudin memaparkan, 5 lokasi tersebut tersebar di Kampung Kalimati, sebanyak dua titik, tepat di belakang Rumah Sakit Misi.
Kemudian Kampung Paja, Desa Paja, Kecamatan Sajira, Kampung Cipalupuh, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, serta Kampung Bojong Kapunah, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar dengan anggaran Rp500 juta.
“Dan yang didanai dari DAK 18 lokasi dengan total 2.665 sambungan rumah dengan pagu anggaran Rp. 15.189.763.750,” papar dia.
Baca Juga: 12 Contoh Ucapan Selamat Hari UMKM Nasional 2025, Inspiratif dan Penuh Semangat
Syarifudin juga menuturkan, untuk Pembangunan SPAM jaringan perpipaan di kawasan perdesaan yang didanai dari DAK bakal dibangun di 14 lokasi dengan total 1.645 sambungan rumah dengan anggaran mencapai Rp9.296.891.000.
Dirinya berharap pembangunan SPAM tersebut dapat menjawab kebutuhan air bersih masyarakat.
“14 lokasi itu diantaranya di Desa Cimarga, Tambak, dan Mekarmulya Kecamatan Cimarga,” tuturnya.
Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Tim Dosen Untirta, Tingkatkan Literasi sebagai Upaya Melestarikan Adat
“Kemudian Desa Sindangmulya dan Padasuka Kecamatan Maja, Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong, Desa Ciruji, Kecamatan Banjarsari, Desa Cicaringin dan Kramatjaya,” tuturnya.
“Lalu Kecamatan Gunung Kencana, Desa Umbuljaya dan Cisampih Kecamatan Banjarsari, Desa Peucangpari, Kecamatan Cigemblong, hingga Desa Karangpamindangan, Kecamatan Wanasalam,” paparnya.
Selain pembangunan SPAM, DPUPR juga tengah menyiapkan program pengelolaan dan pengembangan Sistem Air Limbah Domestik (SPALD).
Baca Juga: Pasar Induk Rau Kota Serang Bakal Dirobohkan, Butuh Rp300 Miliar untuk Pembangunan Ulang
Kata Syarifudin, pembangunan SPALD ini rencananya akan menggunakan anggaran dari APBD Lebak dengan nominal mencapai Rp801.890.000.
“Adapun pembangunan SPALD ini didanai dari APBD terdapat 5 lokasi dengan total 53 Unit Septik Tank Individual,” tandasnya. ***



















