BANTENRAYA.COM – Seba Baduy merupakan ritual rutin yang dilakukan setahun sekali oleh masyarakat adat Baduy yang ada di Kabupaten Lebak, Banten.
Selama seba, masyarakat Baduy mengunjungi sejumlah kepala daerah, mulai dari Bupati Lebak, Bupati Pandeglang, hingga Gubernur Banten.
Terakhir, ketika akan kembali ke perkampungan Baduy, mereka juga mengunjungi Bupati Lebak.
Selama seba, masyarakat Baduy akan membawa aneka hasil bumi yang kemudian diserahkan kepada kepala daerah yang mereka sebut Bapak Gede/ Ibu Gede.
Selain menyerahkan hasil bumi, mereka juga akan menyampaikan pesan dari nenek moyang mereka kepada kepala daerah, terutama agar kepala daerah menjaga keseimbangan alam.
Baca Juga: GRATIS! Link Sreaming Vindes Bahkan Voli 2, Pertandingan Voli Seru The Musician vs D’Komika
Menurut Ade Jaya Suryadi dalam buku “Urang Banten: Sejarah, Islam dan Identitas”, seba berasal dari kata saba yang dalam bahasa Sunda artinya adalah berkunjung. Itulah mengapa ketika seba dilakukan, masyarakat Baduy berkunjung ke beberapa kepala daerah di Banten.
Masyarakat Baduy Dalam berjalan kaki tanpa alas kaki dari Baduy, sementara Baduy Luar menggunakan kendaraan seperti angkutan umum.
“Seba adalah tradisi tahunan yang dilakukan masyarakat Baduy pada bulan Kapat (bulan dalam penanggalan masyarakat Baduy-red),” tulis Ade dikutip Bantenraya.com, Jumat, 30 Mei 2025.
Ade yang merupakan akademisi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini menulis, seba sering dipandang sebagai bentuk ketundukan politik masyarakat Baduy kepada Kesultanan Banten dan tradisi ini terus berlangusng meskipun Kesultanan Banten sudah tidak ada.
Namun, menurutnya pandangan ini keliru atau setidak-tidaknya tidak tepat.
Achmad Djajadiningrat dan beberapa tokoh Baduy mengatakan bahwa seba merupakan kunjungan biasa tanpa motif politik atau kepatuhan.
“Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada saudara mereka (sesama Baduy-red) yang telah menjadi muslim, bukan sebagai tanda ketundukan politik,” tulis Ade.
Dan ini ada kaitannya dengan asal-muasal seba Baduy. (***)



















