BANTENRAYA.COM – Terminal Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak selesai direhabilitasi.
Rehabilitasi Terminal Ciboleger sendiri menghabiskan anggaran sekitar Rp1 miliar menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lebak sendiri menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab atas proyek d Terminal Ciboleger tersebut.
Baca Juga: Nonton Aku Tak Membenci Hujan Episode 8 Full Movie: Ending Series Jeff Smith dan Aisyah Aqilah
Proyek itu sendiri diharapkan bisa memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan adat Baduy dan bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lokal.
“Pembangunan Terminal Ciboleger sendiri sudah selesai dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp1 miliar,” tutur Kepala Disparbud Lebak, Imam Rismahayadin pada Senin, 30 Desember 2024.
“Dengan adanya pembuangan itu mudah-mudahan pelancong yang berkunjung bisa lebih nyaman,” katanya.
Baca Juga: Terkendala Cuaca, Pencarian Zaki Pelajar yang Terseret Ombak di Pantai Cinangka Masih Nihil
Iman mengungkapkan, proyek itu sendiri memfokuskan pada penataan dan pembangunan kios baru serta kawasan taman.
Setidaknya ada sekitar 10 kios baru yang rencananya akan disewakan ke para pedagang di wilayah terminal. Kendati begitu, saat ini kios-kios tersebut masih belum difungsikan.
Adapun Terminal Ciboleger, termasuk kios di dalamnya, setelah pembangunan selesai sepenuhnya akan dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Lebak dan saat ini bahkan sudah diserahkan.
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Ingatkan Walikota, Dapat Syafaat Penghafal Alquran dengan Tanda Tangan
“Siap pengoperasian kios, itu sepenuhnya ada di Dishub, kita hanya membangun. Saat ini masih tahap penyelesaian administrasi. Mudah-mudahan secepatnya bisa diisi oleh para pedagang,” ungkapnya.
Selain melakukan upgrade terhadap kawasan Terminal Ciboleger, Iman menuturkan, saat ini Pemprov Banten juga rupanya tengah menjalankan proyek pembangunan area parkir yang lokasinya dekat dengan terminal.
Kata dia, lokasi parkir tersebut rencananya akan dibangun pusat informasi yang bisa dimanfaatkan sebagai pusat edukasi kepada pelancong terkait aturan-aturan yang harus diterapkan sebelum memasuki kawasan Baduy.
“Selain itu, di parkir itu juga, nanti para guide ya berkumpulnya di situ. Jadi akses keluar masuk akan lebih rapi,” ungkapnya.
“Pengunjung yang datang bisa mendapatkan guide langsung dan pastinya terdata jelas,” tandasnya. ***



















