BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Tangsel menunjukkan keseriusannya untuk mewujudkan kehadiran moda raya terpadu Mass Rapid Transit atau MRT.
Moda transportasi ini merupakan salah satu solusi mengurai masalah kemacetan kota termuda di Provinsi Banten ini.
“Upaya kita bersama, Insya Allah penandatanganan kerja samanya segera,” kata Wakil Walikota Tangsel Pilar kepada awak media usai merarayakan Hari Kartini di SD Humaira Islamic School pada Rabu, 13 April 2025.
Pemkot Tangsel cukup serius dalam merealisasikan MRT dan terus berkoordinasi dengan berbagai sektor.
Baca Juga: Pemkab Lebak Anggarkan Rp5 Miliar Percantik Alun-alun Rangkasbitung
“Perjalanan proyek ini cukup panjang karena harus melibatkan pemerintah pusat, Pemkot Tangsel, dan sektor swasta,” kata Politis Partai Golkar ini.
Pilar mengaku bersyukur, MRT Tangsel masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN.
Ia pun mendukung dan mendorong berbagai syarat yang harus ditempuh, mulai focus group discussion atau FGD, feasibility study, penyiapan peta lintasan, hingga kebutuhan lahan.
Sebagai informasi, proyek yang akan dilaksanakan yakni jalur MRT Lebak Bulus-Serpong, penyediaan lahan flyover Serpong dan underpass Jombang, serta pelebaran delapan titik simpang sebidang.
Baca Juga: Band Asal Yogyakarta Om Wawes Bakal Goyang Cilegon
Perpanjangan jalur MRT dari Jakarta sangat penting bagi warga Tangsel, sebab, sekitar 70 persen dari 1,5 juta penduduk Tangsel hilir mudik ke Jakarta.***















