BANTENRAYA.COM – Setelah ramai diberitakan para siswanya belajar di lantai, akhirnya ruang kelas SMKN 8 Kota Tangsel dilengkapi dengan kursi dan meja belajar.
Kursi dan meja untuk SMKN 8 Kota Tangsel dikirim oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten pada tengah malam.
Wakil Kepala SMKN 8 Kota Tangsel Bidang Sarana dan Prasarana Muraja mengatakan, Selasa, 29 Juli 2025 malam pihaknya mendapat kiriman kursi dan meja belajar dari Dinas Pendidukan dan Kebudayaan Provinisi Banten.
Baca Juga: Pimpin Razia Truk Odol, Wakil Walikota Tangsel Pilar Ancam Blacklist Pengusaha Bandel
“Datang 300, baik kursi dan meja. Meja yang dikirim ada meja kayu yang bisa untuk 2 orang, kursi kayu untuk duduk sendiri-sendiri dan ada juga kursi lipat atau meja kuliah (Citos),” ujarnya sebagaimana dilansir Banten Ekspres, Rabu, 30 Juli 2025.
Muraja menambahkan, semua kelas isinya 11 ruangan dan sudah terisi meja dan kursi semua. Dimana 1 kelas berisi 36 siswa.
“Datangnya semalam, cuma kursi meja bekas. Kita menolong sementara saja, kursi meja ini dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten,” tambahnya.
Baca Juga: Gedung Baru Belum Dongkrak Saham Bank Banten, BEKS Masih Bergerak Lambat
Menurutnya, kursi dan meja tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh hanya untuk sementara saja. Di SMKN 8 Tangsel untuk kelas 12 ada 6 ruang kelas dengan jumlah siswa 216. Kelas 11 ada 6 ruang kelas dengan jumlah siswa 216. Dan kelas 10 ada 6 kelas dengan jumlah siswa 216.
“Total ada 18 rombel. Jumlah rombel yang tersedia hanya 11 dan yang 7 tidak ada. Total siswa ada 648,” jelasnya.
Menurutnya, kursi dan meja yang datang lebih diperuntukan bagi kelas 10 dan 11 karena, kelas 12 saat ini sedang melaksanakab PKL selama 6 bulan, sehingga mereka tidak ada di sekolah. “Maka kelas 10 dan 11 yang terisi sekarang ini,” tuturnya.
Baca Juga: Bisa Ganggu Bisnis, Kejagung Diminta Profesional Tangani Kasus Cap Lebur Emas Antam
“Setelah kelas 12 masuk dari PKL, nanti akan kita carikan solusikan bersama, komunikasi dengan dinas. Kursinya ada tapi, kita akan lakukan moving class,” ungkapnya.
Muraja mengaku, pada prinsipnya kursi dan meja sudah terpenuhi dengan jumlah siswa dalam kelas. “Mejanya ada dan tidak ada lagi duduk dibawah atau lantai,” tuturnya.
Dengan adanya kursi dan meja tersebut terpenuhi, pihaknya berharap proses bejajar mengajar akan lebih efektif, lebih menyenangkan. “Kiita akan bangun pembelajaran yang tentunya anak-anak senang dan dapat menerima pembelajaran semestinya, tidak ada lagi hambatan dan komplain dari orangtua,” ungkpanya.
“Harapan kita sebagai warga sekolah ya bisa bekerjasama dan masyarakat mendukung apa yang dilakukan pemda,” tutupnya.
Diketahui, ratusan siswa SMKN 8 Kota Tangsel belajar di lantai. Kondisi tersebut terjadi sejak 2023. Hal itu terjadi karena sekolah yang berlokasi di Jalan H. Jamat Gang Rais, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel tersebut belum dilengkapi kursi dan meja belajar. (rbnn)















